Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Selasa 16 November 2021: Sebuah Ironi
Zakheus ditampilkan penginjil Lukas dengan identitas yang agak memadai. Ia penduduk kota Yerikho, kepala pemungut cukai, kaya, berbadan pendek
Renungan Harian Katolik Selasa 16 November 2021: Sebuah Ironi (Lukas 19:1-10)
Oleh: RD. Fransiskus Aliandu
POS-KUPANG.COM - Zakheus ditampilkan penginjil Lukas dengan identitas yang agak memadai. Ia penduduk kota Yerikho, kepala pemungut cukai, seorang yang kaya, dan berbadan pendek.
Identitas "kepala pemungut cukai" yang berpadanan dengan "seorang yang kaya" langsung memberi kesan negatif bahwa ia seorang yang tidak benar, pendosa.
Menjadi rahasia umum bahwa pemungutan cukai memang rentan tindakan manipulatif, koruptif, "salam tempel", pungutan liar, dan pemerasan.
Begitu pun postur "berbadan pendek" yang ikut disebut. Dalam pergaulan hidup, orang yang pendek badannya memang hampir selalu menjadi obyek candaan, bahkan bulan-bulanan terkena body shaming.
Sungguh sebuah ironi! Soalnya kata "Zakheus" dalam bahasa Ibrani adalah "Zakkay" yang merupakan singkatan dari kata Zakharia yang berarti orang benar atau orang saleh.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 13 November 2021: Tekun
Masa orang yang namanya berarti "benar", tapi justru tertampilkan sebagai orang yang "tidak benar".
Meski begitu, apa yang dilakukan oleh Zakheus sungguh membalikkan ironi diri pribadinya.
Ketika Yesus melintasi kotanya, Zakheus berusaha melihat orang apakah Yesus itu. Ia ingin tahu tentang Yesus itu (Luk 19:3).
Untuk memenuhi keinginan hatinya, ia tak segan berlari mendahului orang banyak. Ia pasti tak peduli dengan komentar yang (akan) dilontarkan orang.
Malah ia rela memanjat pohon ara. Sebuah tindakan hebat. Hanya supaya ia bisa tahu orang seperti apakah Yesus itu (Luk 19:4).
Ini yang luar biasa! Setelah berjumpa dengan Yesus, ia bersukacita. Ia menyambut keinginan Yesus menumpang di rumahnya.
Dan, ia pun berjanji memberikan separoh hartanya kepada orang miskin dan mengembalikan uang pemerasan (Luk 19:8).
Ironi lain justru ditunjukkan semua orang lain. Orang banyak itu semula sangat antusias mengikuti dan berada dekat dengan Yesus.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 10 November 2021: Tetaplah Bersyukur
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/fransiskus-aliandu-rd.jpg)