Berita TTS

Menyusuri Pasar Katemak di Tomenas Soe TTS, Tak Pakai Uang Tunai hingga Tabrak Kabut dan Hujan

Suasana di Tomenas Kecamatan Molo Utara Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) berbeda dengan hari-hari sebelumnya, Sabtu 13 November 2021.

Editor: Gordy Donofan
Pos-Kupang.Com/Gordy Donofan
Suasana saat proses tawar menawar antara penjual dan Pembali di Pasar Katemak Tomenas TTS, Sabtu 13 November 2021 

“Kami biasanya jual ke Pasar Kapan hari Kamis dan pasar Nenas hari Rabu. Hari ini kami pasarkan Madu asli Timor, hasil pertanian bawang merah, putih, dan hasil lainnya. Tidak pakai pupuk kimia, ini asli kerja kami. Disini sangat subur jadi tanam apa saja bisa,’’ujar mama Anasasi.

Ia berharap Pasar Katemak tetap dilanjutkan sehingga hasil pertanian dan produk pangan rumah tangga bisa terjual. Ada perputaran uang di masyarakat yang cukup besar.

Warga lainnya Simon Sasi (59) mengaku hasil pangan yang terkenal dari Molo Utara sangat banyak. Selain itu ada hasil dari hutan berupa madu asli. Jadi Pasar Katemak menjadi ajang promosi dan memasarkan produk hasil petani.

“Kalau dari Nenas itu hortikultura dan peternakan dan hasil hutan. Seperti madu dan porang. Kami selama ini selalu ke Pasar Kapan. Kendalanya tahun kemarin itu soal jalan. Tapi saat ini sudah aman dan sudah perhatikan. Kalau November itu sudah hujan berarti berakhir di bulan juni tahun berikutnya. Jadi musim hujan lebih banyak, warga terus tanam sehingga bisa panen. Daerah sangat subur. Tinggal masyarakat saja yang harus terus meningkatkan hasil pertanian,’’ujarnya.

Simon menjelaskan Pasar Katemak ini baru pertama kali dilaksanakan. Sehingga antusiasme warga sangat tertinggi dan sebelumnya hanya pernah dengar nama karena kegiatannya di Kupang. Hari ini masyarakat merasakan sendiri dampak dan manfaatnya.

“Ini baru perdana di tempat ini, anak-anak muda sangat bagus dan mereka semangat sekali untuk sukseskan kegiatan ini. Kita apresiasi,’’ujarnya.

Sementara itu, penjual lainnya, Yosiena Lasa (56) mengaku dirinya menjual selendang khas Timor dan hasil pertanian berupa pisang masak.

Yosiena mengaku ada sejumlah selendang yang laris terjual dan memang harganya sesuai standar. Hanya saja belum terima uang tunai, karena harus pakai Loit. Usai kegiatan panitia akan memberikan hak mereka berupa uang tunai dengan kesepakatan.

Ia berharap agar Pasar Katemak bisa ditingkatkan kedepannya.

Pengunjung Apresiasi

Sementara itu, Mawar yang merupakan perwakilan dari Neo Hotel Aston mengaku senang bisa berkunjung ke Tomenas menyaksikan Pasar Katemak.

Kata Mawar, tempatnya sangat strategis tepat di kawasan wisata yang menari.

Ia mengaku Pasar Katemak membantu warga sekitar memasarkan produk pangan rumah tangga dari warga. Sehingga warga bisa menikmati hasil dari jualan mereka.

“Ini sangat bagus, mama-mama punya hasil kebun bisa dijual disini. Apalagi ini kawasan wisata,’’ujar Mawar.

Usai meninjau stan pameran, Mawar tampak menukarkan uang dengan Loit untuk bisa belanja di stan pamera sebagai ole-oleh yang akan dibawa ke Kupang.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved