Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Rabu 10 November 2021: Merintih kepada Tuhan
Seorang lelaki muda terkapar karena sakit berat. Tampaknya ia sungguh tak berdaya. Setiap kali ia mengerang kesakitan.
Kayaknya kita yang juga masih sering menderita, boleh berguru lagi kepada mereka. Kedekatan dan relasi hati dengan Yesus itu kiranya perlu dimiliki.
Sebaiknya, kita mendatangi Yesus dalam kedekatan hati sebagai sahabat. Tak lupa untuk berseru kepada Dia. Karena yakin, sebagai sahabat, Yesus pasti tak akan mengecewakan.
Dalam derita, sebisanya kita tetap berpengharapan dan berseru, "Yesus ... kasihanilah aku!".
Wanita-wanita tua di kampungku, selain mendaras doa "Hendak Berlindung", juga pasti spontan berseru, "Yesus, Maria, Yosef!", tiap kali dirundung masalah, ketimpa petaka, dilanda duka derita.
Kesepuluh orang kusta itu juga menyapa Yesus dengan sebutan "Guru".
Dalam Injil Lukas, sapaan "Guru" punya arti khusus. Bukan guru sebagai pengajar, melainkan sebagai pribadi yang mempunyai kuasa ilahi (bdk. Luk 5:5; 8:24; 9:33.49).
Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 6 November 2021: Allah atau Mamon?
Yesus disapa "Guru", sebab Ia diyakini menguasai segala sesuatu dan berkuasa atas kekuatan jahat. Kepada Yesus, sang Guru ini, mereka berseru "Kasihanilah kami".
Ini adalah jeritan khas orang malang yang meminta penghiburan dan kelegaan. Jeritan ini selalu ditujukan kepada Allah yang tidak mengecewakan orang yang malang.
Bukankah Allah itu penuh kasih? Bukankah Allah itu adalah pribadi yang suka menunduk untuk memperhatikan orang yang miskin dan anak-anak tak berdaya?
Bukankah Allah itu ibarat ibu yang terus menerus merepotkan diri dengan anak-anaknya?
Kadang kala kita kehabisan akal di kala dalam kesulitan dan krisis berat. Kita terhempas tak berdaya oleh badai masalah yang datang menimpa silih berganti seakan tak ada habisnya.
Kayaknya kita perlu belajar untuk selalu berseru "Tuhan ... kasihanilah saya!" Kita membiasakan diri untuk selalu berseru kepada Tuhan, minta dikasihani.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 9 November 2021: Marah Karena Cinta
Kita mau menghayati sungguh saat menyanyikan atau mendaraskan 'Tuhan kasihanilah kami' dalam perayaan Ekaristi kudus.
Kita mau membiasakan diri untuk berseru, "Yesus ... kasihanilah kami; Yesus ... tolonglah kami!", terutama di saat kemalangan menimpa diri kita; ketimbang mengeluh, mengumpat, apalagi berputus asa. *
Teks Lengkap Bacaan Renungan Katolik 10 November 2021:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/fransiskus-aliandu-rd.jpg)