Berita Kota Kupang
Viktor Laiskodat Minta Jurnalis Lakukan Investigasi dengan Sungguh-sungguh
Hal itu diungkapkan oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilus Laiskodat kepada puluhan wartawan saat membuka seminar pelatihan media.
Penulis: novemy | Editor: Gordy Donofan
Laporan Jurnalis Pos Kupang.Com, Novemy Leo
POS-KUPANG.COM – Lakukan investigasi dengan sungguh-sungguh, jangan lakukan investigasi namun kerjanya tidak ada. Kerjain investigasi tapi input nol, nol desain, dalam imajinasi.
Hal itu diungkapkan oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat kepada puluhan wartawan saat membuka seminar pelatihan media dan pembentukkan jejaring jurnalis di Hotel Aston Kupang, Kamis 4 November 2021.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh VIVAT Internasional-Indonesia & Migran Care, Tempo Institute and Mensen Met een Missie.
Kegiatan yang diikuti oleh puluhan wartawan dari berbagai media massa, online, televisi dan radio ini berlangsung di Aston Hotel Kupang sejak tanggal 4 - 8 November 2021 mendatang.
Baca juga: Workshop Haluan Maritim FP2PTKI di Undana Hasilkan Enam Rekomendasi
Kegiatan ini mengangkat tema “Membongkar kasus perdagangan orang di Nusa Tenggara Timur”; memperkuat media untuk keberpihakan korban” oleh VIVAT Internasional Indonesia dan Migrant Care, anggota Zerro Human Trafficking Network (ZHTN).
Laiskodat memberi apresiasi terhadap misi Vivat dan Zero human trafficking yang ingin menghapus kasus TPPO di NTT dan pihaknya akan memberi dukungan sesuai dengan kewenangannya.
Viktor mengatakan, banyak sekali warga NTT yang keluar mencari kerja di luar negeri dan tak sedikit yang pulang dan membawa kabar keberhasilannya. Namum sedikit sekali yang mau memceritakan tentang kesulitan dan penderitaannya.
Viktor yakin bahwa masalah kemiskinan memberi andil dalam kasus human trafficking karenanya kemiskinan mesti ditangani. Untuk menangani masalah kemiskinan di Indonesia dan NTT, demikian Laiskodat Pemerintah Jokowi dan Pemprov NTT sudah melakukan berbagai upaya.
"Harus didesain pembangunan tingkat desa, APBD Kabupaten Kota, Provinsi, melalui dana desa dan berbagai sumber anggaran total Tp 43 triliun sedang didesain fokus ke program dalam rangka pemberdayaan masyarakat," kata Laiskodat.
Baca juga: Enam TKI Asal Ende Meninggal Dunia di Malaysia Dalam Interval Januari hingga April
Kata dia, pemerintah Pusat telah membuat kebijakan bagaimana menangani orang miskin. Seperti pemberian bansos, pkh tunai.
Laiskodat mengatakan, ada 7 provinsi yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrim dan sedang ditangani yakni Jabar, Jateng, Jatim, Papua, Papua Barat, Maluku, NTT dan provinsi ini menjadi contoh penanganan untuk menangani kemiskinan ekstrim di Indonesia.
"Khusus di NTT ada 5 kabupaten yakni Rote Ndao, Manggarai Timur, Sumba Timur, Sumba Tengah dan TTS," kata Laiskodat.
Lebih lanjut Laiskodat juga membeberkan strategi Pemprop NTT untuk menangani kemiskinan di NTT melalui peningkatan sektor pertanian dan peternakan.
Terkait seminar dan pelatihan Media dan pembentukkan Jejaring Jurnalis, Laiskodat berpesan agar para jurnalis bisa melakukan kegiatan investigasi dengan baik dan hasil dari investigasi itu bisa dilaporkan dalam bentuk pemberitaan yang juga baik dan benar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/gubernur-ntt-viktor-laiskodat-bersama-vivat-internasional-suster-genoveva-amaral.jpg)