Breaking News:

Workshop Haluan Maritim FP2PTKI di Undana Hasilkan Enam Rekomendasi

Enam butir daftar rekomendasi tersebut sesuai dengan sejumlah masukan sejumlah pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan yang hadir saat itu.

Penulis: Paul Burin | Editor: maria anitoda
Istimewa
PIMPINAN UNIVERSITAS - Rektor Undana, Prof. Fred Benu, Ketua FP2TPKI, Prof. La Sara, M.Si., Ph. dan Dekan FKP Undana, Dr. Franchy C. Liufeto, pose bersama sejumlah pimpinan dari sejumlah universitas usai acara pembukaan FP2TPKI di pelataran Auditorium Undana, Kamis (14/10/2021) malam. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Workshop haluan maritim yang digelar dalam rangkaian kegiatan Pertemuan Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Indonesia FP2PTKI dan Workshop Haluan Maritim di Auditorium, Jumat (15/10/2021) berhasil menghasilkan enam butir daftar rekomendasi kepada Pemerintah Indonesia.

Enam butir daftar rekomendasi yang dihasilkan tersebut sesuai dengan sejumlah masukan dan pemikiran sejumlah pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan yang hadir saat itu, yakni pimpinan Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Undana, Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW), Politani Kupang, Fakultas Perikanan Universitas Muhamadiyah, Politeknik Perikanan Negeri Bolok, Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Tribuana Alor, FPK Universitas Nusa Nipa Maumere, Prodi Teknologi Hasil Perikanan, Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Sebanyak lima pimpinan PT bidang Perikanan dan Kelautan menandatangani draft tersebut, yakni Universitas Halu Uleo, Prof. La Sara, Ph. D, Dekan FKP Undana, Franchy Ch. Liufeto, S.Pi., M.Si, Dekan FKP Universitas Pattimura, Dr.Yoisye Lopulalan, S.Pi, M.Si, Dekan FKP Udayana, Prof. Ir. I Wayan Arthana, MS., Ph.D dan Dekan FKP Universitas Jenderal Sudirman, Dr. Ir. Isdy Sulistyo, DEA.

Enam daftar rekomendasi yang dibacakan Dekan FPK UKAW, Dr. Umbu P. l. Dawa, yakni Pertama, Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Indonesia (FP2TPKI) berkomitmen mendukung kebijakan nasional dalam rangka mewujudkan pengelolaan sumber daya perikanan dan kelautan secara berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat.

Kedua, Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Indonesia (FP2TPKI) akan memediasi kerja sama (MoU dan PKS) antaranggota dalam implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), termasuk penguatan kurikulum, sumberdaya manusia dan akreditasi program studi/institusi.

Ketiga, peningkatan riset secara kolaboratif untuk menyediakan data dan informasi aktual dan terintegrasi dalam mendukung kebijakan dan program prioritas pembangunan perikanan dan kelautan di setiap Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP RI).

Keempat, penguatan kerja sama antara Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Indonesia (FP2TPKI) dengan pemerintah pusat melalui kementerian terkait (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementeriaan Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional), pemerintah daerah (Provinsi dan Kabupaten) dan Dunia Usaha, Dunia Usaha dan Dunia Kerja (DUDIKA) yang lebih progresif dalam mengekselerasi pembangunan bidang kemaritiman.

Kelima, diperlukan penataan kelembagaan Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Indonesia (FP2TPKI) meliputi struktur dan atribut organisasi paling lambat Desember 2021.

Keenam, pelaksanaan pertemuan Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Indonesia (FP2TPKI) Tahun 2022 Tahap I dilaksanakan pada bulan Maret 2022 bertempat di Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Tadulako dan Tahap II dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 bertempat di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bangka Belitung.

Meski sejumlah poin mendapat beberapa sanggahan, usul dan saran dari sejumlah peserta, namun rekomendasi tersebut dibuat dan ditindaklanjuti dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi FP2TPKI agar berperan lebih optimal dalam mendukung pembangunan perikanan dan kelautan.

Ketua FP2TKI, Prof. La Sara ketika menutup kegiatan tersebut menyampaikan, apa yang disampaikan oleh pemateri, khususnya dari Menko Kemaritiman dan Infestasi memiliki benang merah dengan pemikiran dan gagasan para akademisi.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved