Kamis, 23 April 2026

Berita Malaka

Keluarga Besar Fatayat NU NTT Diminta Teruslah Bersedekah 

Keluarga Besar Fatayat Nahdlatul Ulama, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memeriahkan Hari Raya Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H

Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
Dok. Fatayat NU NTT
Ketua PW NU NTT, KH Drs. Pua Monto Umbu Nay, memberikan arahan pada peringatan Hari Raya Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1443 H / 2021 dan Hari Santri 2021 di Asrama Haji Kupang, Selasa (2/11/2021) malam. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM, KUPANG--Keluarga Besar Fatayat Nahdlatul Ulama, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memeriahkan Hari Raya Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H / 2021 dan Hari Santri 2021 dengan beragam acara.

Selain mendaraskan doa untuk junjungan Nabi  Besar Muhammad SAW juga dibarengi dengan pemberian bingkisan kasih buat Imam Masjid dan Marbot di Kota Kupang.

Ketua PW NU NTT,  KH Drs. Pua Monto Umbu Nay, turut hadir pada kegiatan peringatan Hari Raya Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1443 H / 2021 dan Hari Santri 2021 di Asrama Haji Kupang, Selasa (2/11/2021) malam.

Pua Monto  menyampaikan kesan dan harapan terkait pelaksanaan kedua hari yang sangat penting ini.

Menurutnya, peringatan Maulid Nabi merupakan tradisi di Agama Islam dalam  menghormati junjungan Nabi Besar Muhammad SAW. 

Nabi Besar dinilainya sebagai utusan Allah yang  mendapat rahmat untuk semua umat. Karena rahmat itu sudah diberikan Nabi kepada umat maka pantas diungkapkan rasa syukur dan  kegembiraan. 

"Dalam menghayati rahmat itu sesungguhnya ada  empat. Tapi  satu yang harus diutamakan adalah pujian pada kebesaran junjungan Nabi Besar Muhammad SAW," ujar Pua Monto.

Pua Monto juga memberi ilustrasi soal proses kehidupan manusia sejak dari rahim ibu sampai lahir ke bumi.

 Selama 9 bulan 10 hari bahkan lebih atau kurang yang disebut bayi prematur, kehidupan dalam rahim ibu balitanya sangat nyaman.

"Bayi hidup itu dalam rahim ibu tidak ada masalah. Dia bisa bolak balik badan mengikuti apa yang dilakukan ibunya. Kalau ibunya hobi baca Al Quran maka bayi kelak hobi yang sama. Kalau hobi masak maka begitu sebaliknya nanti bayinya," tutur Pua Monto.

Namun, lanjutnya, ketika bersalin maka bayi mengawali dengan tangisan. Karena dia akan  menemui banyak masalah. 

Tapi berbeda dengan Nabi Besar, walaupun sebagai manusia tetapi Nabi dilukiskan sebagai sosok yang  lahir bagai bulan purnama. Nabi memberi berkah dan Rahmat untuk umatnya.

"Maka pada acara syukuran ini ada yang bawa berbagai jenis makanan, saling membantu untuk kemeriahan hari raya ini. Tapi saya mau ingatkan bahwa apa yang kita bawa ini karena kemurahan dan Rahmat dari Nabi Besar. Untuk itu saya minta teruslah bersedekah," pinta Pua Monto.

Pimpinan Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama NTT,  Hj Aida Chomsa, S.Pdi, M.Ag menyampaikan terima kasih kepada semua yang turut berpartisipasi dalam mendukung acara ini.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved