Berita Kota Kupang
Jefri Riwu Kore Soft Launching Aplikasi E-Voucher BBM Kendaraan Dinas Pemkot Kupang
Jefri Riwu Kore Soft Launching Aplikasi E-Voucher BBM Kendaraan Dinas Pemkot Kupang
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore melakukan soft launching aplikasi E-Voucher BBM khusus bagi kendaraan dinas lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang. Aplikasi ini dinamakan aplikasi SI HEBAT.
Soft launching ini berlangsung di SPBU Valentin, Kota Kupang, Kamis 28 Oktober 2021.
Pantauan POS-KUPANG.COM, acara soft launching ditandai dengan uji coba pengisian BBM ke mobil Wali Kota Kupang.
Sebelum pengisian, dilakukan penandatanganan persetujuan stakeholder antara Komisaris PT. Valentine Group, Tonny Valentin dan Wakil Ketua I Stikom Uyelindo, Max ABR.S. Lenggu, S.Kom,M.T. Sebelum mengisi,petugas SPBU Valentine melakukan pengecekan dengan cara scan barcode yang ada di mobil.
Baca juga: Danlanud El Tari Minta Pemkot Kupang Bangun Jogging Track di Kawasan AURI
Adanya barcode ini, maka yang boleh mengisi BBM itu hanya kendaraan dinas milik Pemkot Kupang yang masih layak beroperasi.
Saat pengecekan itu akan muncul pemilik kendaraan dan kuota BBM. Setelah dicek dan sesuai, petugas langsung mengisi BBM di mobil dinas milik Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore.
Saat soft launching, Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore mengatakan, kehadiran di SPBU Valentine itu dan bersama dengan Pak Tonny dalam kegiatan yang sangat luar biasa.
"Sejak awal menjadi Wali Kota, kita sudah berpikir bagaimana caranya membantu Pemkot dan mengsiasati agar anggaran untuk BBM bisa efektif dan efisien.
Saya contohkan, ada satu dinas di Kota Kupang yang menyatakan miliki anggaran Rp 6 M untuk BBM," kata Jefri.
Dijelaskan, setelah mendengar besar dama untuk BBM, dirinya menanyakan jumlah kendaraan dinas dan disampaikan bahwa ada 32 unit ditambah kendaraan yang sudah tidak beroperasi (rusak) lagi sebanyak empat unit, sehingga total 36 unit.
"Saya tanya, satu hari habiskan berapa liter BBM ketika keliling Kota Kupang dan dijawab 60 liter. Besarnya dana dan jumlah BBM itu kemudian dihitung kembali dan dikurangi menjadi 20 liter per hari.Saat itu , anggaran yang disampaikan Rp 6 M dikurangi menjadi Rp 2 M . Saat itu kita potong anggaran maka terjadi keributan," ujarnya.
Karena, itu, Jefri mengatakan, dengan adanya sistem ini maka sangat membantu Pemkot dalam mengefisiensi anggaran.
"Kalau hari ini pak Tonny bisa membantu kita, bekerja sama, maka efisiensi akan lebih banyak. Begitu juga dengan pak Max yang sudah membuat sesuatu membantu kita dengan aplikasi ini. Jika terobosan ini terjadi maka efisiensi pasti akan terjadi," katanya.
Komisaris PT. Valentin Group, Tonny Valentin mengatakan, sistem pengisian BBM dengan kupon waktu dulu, pihaknya juga takut disalahgunakan sehingga dinilai tidak efisien.