Breaking News:

Berita Malaka

Tangan Dingin Dua Anggota Polisi di Malaka, Sukses Panen Jutaan Rupiah

dua anggota Polres Malaka atas nama Briptu Yusuf Desanto Lonis dan Briptu Novarius Nana

Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
Briptu Yusuf Desanto Lonis saat mengangkut hasil usaha melon yang dikelola bersama rekannya, Sabtu (23/10/2021). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM, BETUN - Peribahasa yang mengatakan "Sambil Menyelam Minum Air" rupanya sangat pas disematkan pada dua anggota Polres Malaka atas nama Briptu Yusuf Desanto Lonis dan Briptu Novarius Nana.

Bakat alam yang ada pada diri keduanya, mampu mendulang jutaan rupiah dari mengembangkan tanaman melon dimana usahanya baru berjalan tiga bulan. Usaha sampingan ini tidak mengganggu rutinitas kegiatan utama sebagai anggota kepolisian di lingkup Polres Malaka.

Briptu Yusuf Desanto Lonis kepada Wartawan di Betun, Ibu kota Malaka, Sabtu( 23/10/2021)  mengatakan, budidaya  melon ini untuk sementara  menjadi prioritas usaha sampingan. 

Meski memiliki pekerjaan tetap sebagai anggota kepolisian, namun dirinya bersama Briptu Novarius   justru  mereka tidak  merasa gengsi bila bekerja sampingan sebagai petani melon.

Baca juga: Polres Malaka Inisiatif Buka Gerai Vaksin, Jajaran Pemda tak Satupun Hadir

Melalui budidaya tanaman melon ini dirinya mengaku sudah memanen sebanyak dua (2) kali, dan meraup keuntungan puluhan juta rupiah.

Keuntungan ini diraih, beber Yusuf, berkat planning marketing yang matang; baik itu dari tahap  persiapan lahan, semaian bibit sehingga pada saat memanen ia  tidak kewalahan untuk mendistribusikan ke market-market.

Bagi Yusuf Desanto Lonis, pilihan menjadi pembudidaya tanaman melon selain sebagai usaha sampingan,   tetapi juga  sebagai tempat untuk menyalurkan hobi dan budaya orang Malaka.

Selain itu, Ia ingin menunjukkan kepada generasi muda  zaman sekarang bahwa Malaka mempunyai  potensi pertanian yang luar biasa.

Oleh karena itu, dibutuhkan insight dan mindset generasi muda untuk mendedikasikan dirinya bekerja sebagai petani milenial guna mengoptimalkan potensi daerah.

Baca juga: Berpotensi Menyebarkan Covid-19, Polres Malaka Bubarkan Antrean Warga di SPBU

Melalui langkah kecil dan sederhana yang dilakukan untuk memanfaatkan waktu luang menjadi petani melon ini, ujarnya, diharapkan kedepan menjadi motivasi bagi generasi muda agar tidak malas di daerah sendiri.

" Lahan tidur masih banyak, tinggal bagaimana kita berpikir untuk mengolahnya sehingga tidak merantau jauh ke luar NTT untuk mengais rezeki," ujar Yusuf.

Dirinya juga mengajak generasi muda untuk bercocok tanam sebab  tidak semua sarjana duduk di kantor.

"Mari bertani dan terus mengembangkan pertanian di Malaka.  Tunjukkan kepada Indonesia dan dunia bahwa orang Malaka bisa sukses di bidang pertanian. Intinya tekun bekerja dan tidak boleh malas,"  pungkasnya.(*)

Baca Berita Malaka Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved