Breaking News:

Berita Manggarai

Sudah Jadi Tersangka Direktur PT Dayatunas Mekarwangi Tidak Ditahan, Ini Alasan Penyidik

Sudah Jadi Tersangka Direktur PT Dayatunas Mekarwangi Tidak Ditahan, Ini Alasan Penyidik

Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Konferensi Pers Polres Manggarai. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, RUTENG - Direktur PT Dayatunas Mekarwangi berinisial RN ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam pelaksanaan pekerjaan gedung Terminal Bandara Frans Sales Lega, Ruteng Tahun Anggaran 2015.

RN ditetapkan tersangka sesuai pasal 2 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Kapolres Manggarai, AKBP Mas Anton Widyodigdo, SH.,S.IK melalui KBO Reskrim Polres Manggarai, IPDA Wayan Gustama, menyampaikan itu kepada wartawan dalam Konferensi Pers yang berlangsung di Mapolres Manggarai, Senin 25 Oktober 2021.

Wayan didampingi oleh Kasubag Humas Polres Manggarai, IPDA I Made Budiarsa dan Kanit Tipikor, Satreskrim Polres Manggarai, Aipda Joko Sugiarto, menjelaskan, pembangunan gedung terminal Bandar Udara Frans Sales Lega, Ruteng Tahun Anggaran 2015 yang telah dikerjakan oleh Kontraktor Pelaksana PT Dayatunas Mekarwangi , sesuai dengan kontrak pekerjaan Nomor:P.03/KU.003/PPK/IV/KG-2015, tanggal 29 April 2015 dengan nilai Pagu anggaran yang bersumber dari APBN Kementrian Perhubungan Udara sebesar Rp13.579.988.000.

Baca juga: Ini Dia Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung Teriminal Bandara Frans Sales Lega

Dijelaskan Wayan, berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) oleh Tim Ahli Politeknik Negeri Kupang, bahwa pekerjaan yang di kerjakan tersebut mengalami kerusakan di setiap segmen atau item pekerjaan dan diindikasi dalam melaksanakan pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah di kontrakkan.

Karena itu, jelas Wayan, berdasarkan laporan hasil dari BPKP Perwakilan Provinsi NTT tentang Laporan Hasil Audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara dengan total sebesar Rp8.088.999.788,97, Penyidik Tipidkor Polres Manggarai menetapkan RN, selaku direktur PT Dayatunas Mekarwangi sebagai tersangka dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan gedung tersebut sesuai pasal 2 jo pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Meskipun sudah ditetapkan tersangka RN tidak ditahan oleh Penyidik Unit Tipidkor Satreskrim Polres Manggarai.

Kasubag Humas Polres Manggarai, IPDA I Made Budiarsa, juga menambahkan, tersangka RN tidak ditahan karena berdasarkan keyakinan Penyidik tersangka tidak akan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti dan serta menggulangi perbuatanya.

Baca juga: BREAKING NEWS : Diduga Rugikan Negara Rp 8 M Pembangunan Teriminal Bandara Frans Sales Lega

Selain itu juga, faktor situasi pandemi Covid-19 terkait dengan pembatasan kapasitas ruang tahanan.

Budiarsa juga menjelaskan, atas dugaan tidak Tindak Pidana Korupsi dalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan gedung Terminal tersebut, tersangka RN dikenakan pasal 2 ayat (1) UU tipikor, (1) setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp200.000.000 dan paling banyak Rp 1.000.000.000. (*)

Baca Berita Manggarai Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved