Breaking News:

Berita Sumba Timur

Diduga Mafia Tenak Puluhan Kuda Betina Produktif Lolos ke Makassar, DPRD Sumba Timur Dikibuli

pihaknya sempat mendatangi Karantina hingga Pelabuhan Waingapu, tempat hewan itu dimuat ke atas kapal motor. 

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
Diduga Mafia Tenak Puluhan Kuda Betina Produktif Lolos ke Makassar, DPRD Sumba Timur Dikibuli
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Sebanyak 50 ekor kuda yang dimuat menggunakan kapal motor untuk diantarpulaukan ke Makassar, Sulawesi Selatan pada Jumat 22 Oktober 2021.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong 

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU --- Komisi 2 DPRD Sumba Timur merasa dikibuli Balai Karantina Waingapu.

Tak hanya sekali, Komisi 2 bahkan mengaku dikibuli dua kali terkait lolosnya puluhan kuda betina produktif dari wilayah Sumba Timur. 

Ketua Komisi 2 DPRD Sumba Timur, Ebenhaezer Ranggambani kepada POS-KUPANG.COM pun mengaku kecewa atas kejadian itu.

Ketua Komisi yang membidangi ekonomi dan keuangan itu menyebut, pertama, pihak Balai Karantina Waingapu mengangkangi kesepakatan yang dibuat bersama para pihak dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi 2 DPRD Sumba Timur, hanya sehari setelah rapat digelar pada Kamis, 21 Oktober 2021 lalu. 

Baca juga: Sumba Timur Kembali PPKM Level 3, Bupati Praing : Vaksinasi di Pinggiran Jadi Persoalan 

Dalam rapat dengar pendapat yang menghadirkan pemerintah yang diwakili Dinas Peternakan dan Asisten 3 Setda bersama dengan pihak Balai Karantina, ditegaskan kembali kesepakatan terkait ternak besar betina yang produktif tidak boleh keluar dari wilayah Sumba Timur untuk diantarpulaukan atau diekspor.  

Hal itu pun telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Sumba Timur nomor 8 tahun 2012 tentang Kepemilikan dan Pemeliharaan Ternak.

Pada pasal 30 ayat (4) menyebutkan ternak besar betina yang produktif dilarang untuk diantarpulaukan kecuali untuk kepentingan khusus yang diatur lebih lanjut dengan peraturan bupati. 

"Tapi apa yang terjadi, hari jumat pagi hewan hewan dimuat untuk diantarpulaukan. Tanpa ada rekomendasi, di sana ada buku mutasi. Tanpa rekomendasi keluar dari Sumba Timur, tiba tiba sudah ada surat dari sana," ujar politisi yang akrab disapa Eben Ranggambani itu. 

Baca juga: Wujudkan Sumba Timur Sejahtera Harmoni & Tertib,Bupati Praing : Pejabat Ciptakan Teamwork Tangguh 

Ia mengatakan, saat itu, pihaknya sempat mendatangi Karantina hingga Pelabuhan Waingapu, tempat hewan itu dimuat ke atas kapal motor. 

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved