Berita TTU
Satgas Pamtas Yonarmed 6/3 Kostrad Bantu Warga Bangun Bak Penampungan Air
pembuatan bak penampung air ini diharapkan bisa menjawab kesulitan air bagi warga di wilayah tersebut.
Penulis: Dion Kota | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU- Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonarmed 6/3 Kostrad bergotong-royong bersama warga Dusun Noael, Desa Haumeniana Kecamatan Bikomi Ninulat, Kabupaten TTU, Provinsi NTT membangun bak penampung air.
Pembangunan bak penampung air yang dilaksanakan pada, Senin, 11/10/2021, ini melibatkan para prajurit Satgas Pamtas Yonarmed 6/3 Kostrad Pos Inbate, dan masyarakat sekitar.
Danpos Inbate, Letda Arm Djoko kepada POS-KUPANG.COM menjelaskan, kegiatan gotong-royong pembangunan bak penampungan air hujan tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat memperoleh akses air bersih.
"Dimaksudkan untuk kepentingan masyarakat agar lebih mudah dalam mencari sumber air yang bersih dan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari," ucap Letda Arm Djoko
Menurutnya, masyarakat di Dusun Noael, Desa Haumeniana, Kecamatan Bikomi Ninulat sangat sulit memperoleh akses air bersih untuk kebutuhan mereka sehari-hari.
Baca juga: Lima Titik Sumur Air di Desa Loeram TTU Mengalami Kekeringan
Ia berharap, kehadiran aparat Satgas Pamtas Yonarmed 6/3 Kostrad di perbatasan bisa membawa dampak positif dan menjadi solusi bagi masyarakat dalam mengatasi persoalan-persoalan urgen di sana.
Sementara itu, salah satu warga Dusun Noael bernama Leon Bastian (39) menerangkan, selama ini sebagian warga setempat kesulitan mendapatkan air bersih.
Dengan demikian, pembuatan bak penampung air ini diharapkan bisa menjawab kesulitan air bagi warga di wilayah tersebut.
“Dengan adanya pembuatan bak air ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk kehidupan sehari-hari, baik itu untuk ternak, memasak, mencuci ataupun untuk mandi cuci kakus atau MCK. Mudah-mudahan nantinya dengan adanya bak penampungan air ini bisa meringankan beban warga masyarakat Dusun Noael, Desa Haumeniana”, ujar Leon. (*)