Berita Kota Kupang
Save the Children: Hari Ini Pembaca, Besok jadi Pemimpin
Klausa ini menggambarkan sebuah hubungan kausalitas antara sebuah kebiasaan membaca sejak kecil yang dapat membentuk seorang
Penulis: Paul Burin | Editor: Kanis Jehola
Istilah ini disebut learning loss, yaitu hilangnya pengetahuan atau keterampilan pelajar dari apa yang sebelumnya sudah dipelajari atau dikuasai. Penurunan kemampuan belajar ini umumnya diukur untuk mengetahui dampak penutupan sekolah.
Dalam situasi ini, Save the Children melakukan berbagai upaya untuk mendukung anak belajar dari rumah. Misalnya, lewat penguatan kapasitas guru melalui refresh literacy boost untuk diterapkan saat belajar dari rumah, pendistribusian buku bacaan, pengembangan rencana pembelajaran sederhana dengan guru, termasuk LKS kepada anak. Di desa diinisiasi bersama PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat), surat edaran desa yang mengatur jam belajar masyarakat. Diatur sebuah waktu khusus bagi orangtua dan anak untuk belajar bersama.
Ibu Maria M. Ojan, S.Pd (35 tahun), seorang guru SD di Amarasi merasa bersyukur atas semua perubahan ini. “Sebelum Save the Children masuk, di sekolah kami, tidak bisa dipungkiri banyak anak yang belum bisa membaca. Ini mungkin karena pendekatan kami yang kurang menarik dan menyenagkan. Mereka akhirnya lebih senang bermain. Program ini mengajarkan banyak hal yang memerkaya keterampilan kami sebagai guru dalam mengajarkan literasi. Dampaknya, anak-anak menikmati belajar mereka yang berujung pada peningkatan pengetahuan literasi dasar mereka.” (*/pol)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/save-the-children-hari-ini-pembaca-besok-jadi-pemimpin.jpg)