Breaking News:

Berita Manggarai Timur

Pemkab Matim Surati Kemenkes RI dan Pemprov NTT, Terkait Stok Vaksin Covid-19 Minim

Pemkab Matim Akan Surati Kemenkes RI dan Pemprov NTT, Terkait Stok Vaksin Covid-19 Minim

Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Sekda Matim, Ir Boni Hasudungan Siregar 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, BORONG - Akibat ketersediaan stok vaksin yang sangat kurang alias minim, Kabupaten Manggarai Timur yang sebelumnya terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk Penanganan Covid-19 sudah turun ke Level 2, kini malah naik kembali ke PPKM Level 3. 

Sekertaris Daerah (Sekda) selaku Ketua Pelaksana Harian Satgas Covid-19 Kabupaten Manggarai Timur, Ir Boni Hasudungan Siregar, ketika dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Selasa 19 Oktober 2021, menjelaskan, sesuai dengan peraturan Kemendagri RI yang baru terkait PPKM Level 3, 2 dan PPKM level 1 dimana ada penetapan Kabupaten-kabupaten di Provinsi NTT yang masuk pada level 2 dan level 3.sns

Sekda Boni menjelaskan, untuk di NTT hanya ada 5 Kabupaten yang masuk dalam PPKM Level 2. Sedangkan Kabupaten lain termasuk Kabupaten Manggarai Timur masuk pada level 3 PPKM.

Dikatakan Sekda Boni, hal ini dikarenakan penetapan level tidak lagi berdasarkan penambahan kasus baru Covid-19, tetapi diantaranya juga dihitung dari tingkat presentasi Vaksinaksi Covid-19.

Baca juga: Begini Update Kasus Aktif Covid-19 di Manggarai Timur

Sekda Boni mengaku, presentasi capaian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Manggarai Timur saat ini masih rendah. Presentasinya baru mencapai 23 persen.

Menurutnya Sekda Boni, rendahnya presentasi capaian vaksinasi Covid-19 hal ini dipengaruhi oleh rendahnya distribusi atau kuota vaksin yang diberikan pemerintah pusat untuk Kabupaten Manggarai Timur.

"sehingga pencapaian vaksinasinya minim, walaupun semua vaksin yang kita terima kita langsung distribusikan ke Puskesmas-Puskesmas untuk langsung digunakan. Jadi ketika ada kita terima vaksin dalam waktu 2 hari kita langsung distribusikan dan dalam Minggu itu juga kita langsung gunakan,"jelas Sekda Boni.

Karena itu kata Sekda Boni, Pemerintah Daerah akan menyurati Kementerian Kesehatan RI dan juga Pemerintah Provinsi NTT untuk menambah jatah vaksin bagi Kabupaten Manggarai Timur sehingga pencapaian vaksinaksi makin banyak. Sebab hal ini akan memperbaiki pencapaian level PPKM di Kabupaten Manggarai Timur.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Manggarai Timur, Jefrin Haryanto, ketika dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Selasa 19 Oktober 2021 juga menambahkan, adapun strategi yang dipakai oleh Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinkes, manakala vaksin masuk dari GFk Propinsi, maka maksimal 2 hari sudah harus didistribusikan ke Puskesmas dan dalam waktu maksimal 3 hari sudah harus terlayani di Puskesmas.

Jefrin juga menjelaskan, ketersediaan vaksin Covid-19 saat ini yang masuk pada tanggal 16 Oktober 2021 yakni pertama Dinkes yaitu ChAdOx1 nCov-19 Vaccine-AZD1222 sebanyak 500 VIAL untuk 5.000 dosis dan vaksin coronavac dimana 1 vial 2 dosis dengan jumlah 1040 Vial untuk 2.080 dosis. Kedua Vaksin masuk untuk Polres Matim jenis coronavac dengan 1 vial 2 dosis dengan jumlah 80 vial untuk 160 dosis.

"Terkait vaksin yang masuk ini kita sudah distribusikan ke Puskesmas-Puskesmas dan mulai hari ini sudah dilakukan pelayanan. Saat ini vaksin yang tersisa di GFK yaitu moderna 4 vial dan coronovac 2 dosis 592 vial yang akan digunakan untuk dosis 2,"kata Jefrin.

Jefrin juga mengatakan, selain itu juga pada tanggal 26 Oktober akan dilakukan vaksinasi massal 1.000 orang bekerja sama dengan Bank NTT pada beberapa titik kantor kas bank NTT. 

Untuk Kecamatan Borong dilakukan di 2 titik yaitu kantor Camat Borong dan di Lehong. Pelayanan di Lehong akan diprioritaskn bagi pegawai yang bertugas di Lehong. (*)

Baca Berita Manggarai Timur Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved