Breaking News:

Berita Sumba Barat

Kapolres Sumba Barat : Proses Hukum Oknum Anggota DPRD Sumba Tengah

saksi melaporkan kejadian naas menimpahnya ke Polsek Katikutana agar kasusnya diproses sesuai hukum yang berlaku.

Penulis: Petrus Piter | Editor: Rosalina Woso
KOMPAS.com/Shutterstock
Ilustrasi pemukulan 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, WAIKABUBAK--Kapolres Sumba Barat, AKBP FX Irwan Arianto, S.I.K menegaskan memproses hukum oknum anggota DPRD Sumba Tengah, YDP dari Partai Nasdem yang melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap pendeta Marthen G.W.Nunu, S.Th dari GKS Anamanu, Desa Wairasa, Sumba Tengah.

Kejadian di kediaman oknum anggota DPRD Sumba Tengah di Desa Wairasa, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Sumba Tengah, Jumat 15 Oktober 2021 pagi.

Hal itu berdasarkan laporan korban Pendeta Marthen G.W.Nunu, S.Th didampingi sejumlah saksi ke Polsek Katikutana, Sumba Tengah, Jumat 15 Oktober 2021 siang.

Demikian penegasan Kapolres Sumba Barat, AKBP FX Irwan Arianto, S.I.K melalui pesan singkat whatsApp , Sabtu 16 Oktober 2021 pagi.

Baca juga: Atasi Sampah, Lurah Pada Eweta Sumba Barat Pasang 37 Drum di Setiap RT

Penjelasan Kapolres saat menjawab pertanyaan tentang tindaklanjut penanganan kasus dugaan tindak pidana penganiayaan terhadap pendeta Marthen G.W Nunu oleh  oknum anggota DPRD Sumba Tengah, YDP  sebagaimana telah dilaporkan korban, Jumat 15 Oktober 2021 siang.

Kapolres menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika korban diminta bantuan oleh istri oknum anggota DPRD Sumba Tengah melalui pesan  WhatsApp  agar mendatangi rumahnya untuk   menasehati oknum anggota DPRD tersebut   karena  sering melakukan tindakan kekerasan rumah tangga ( KDRT) terhadap istrinya.

Untuk itu korban mendatangi rumahnya untuk memberi nasehat mengingat oknum dewan itu adalah  Jemaat GKS Anamanu  dimana korban adalah Pendeta di GKS Anamanu.

Namun, ketika korban sedang memberi  nasehat oknum anggota DPRD itu,  tiba-tiba  bangun berdiri dan memukuli korban menggunakan kepalan tangan mengenai dahi dan perut  menyebabkan korban mengalami luka robek didahi dan merasa sakit di bagian perut.

Baca juga: Pemkab Sumba Barat Gandeng Bank NTT Vaksin Pedagang Pasar Weekarou

Selanjutnya,  korban langsung dibawa oleh seorang warga yakni Orkin menggunakan sepeda motor ke rumah sakit umum Waibakul,  Sumba Tengah untuk mendapatkan pengobatan atas luka didahinya.

Setelah itu, korban bersama sejumlah saksi melaporkan kejadian naas menimpahnya ke Polsek Katikutana agar kasusnya diproses sesuai hukum yang berlaku.

Karena itu Kapolres Arianti menegaskan memproses kasus itu hingga tuntas demi memberi efek jerah kepada oknum anggota DPRD Sumba Tengah yang melakukan tindakan penganiayaan terhadap pendeta itu.

Baginya siapapun yang melakukan pelanggaran harus diproses sesuai hukum berlaku demi menegakan keadilan hukum di wilayah ini.(*)

Berita Sumba Timur Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved