Berita Ende

Program Listrik Pintar, Hanya Kabupaten Ende Belum Capai 100%

Pelanggan menilai pihak PLN terkesan memaksakan migrasi pasca bayar ke pra bayar kepada pelanggan. 

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ORIS GOTI.
Manajer Bidang Transaksi Energi PT. PLN UP3 Flores Bagian Barat, Keiserius Djendy, di ruang kerjanya, Selasa 12 Oktober 2021 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti

POS-KUPANG.COM, ENDE - Pencapaian program migrasi meteran listrik dari pasca bayar ke pra bayar (listrik pintar) di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hanya Kabupaten Ende yang belum seratus persen.

Dari 57.200 pelanggan PLN di Kabupaten Ende, tercatat ada 741 pelanggan yang belum migrasi ke pra bayar. Padahal program sudah mulai dijalankan sejak 2014.

Program ini khusus dijalankan di NTT, karena ratio elektrifikasi di provinsi kepulauan tersebut masih sangat kecil. Pada 2014, ratio elektrifikasi hanya 42 persen, banyak desa yang masih belum berlistrik.

Dengan program ini, PLN bisa menghemat biaya operasional yang kemudian dari penghematan tersebut bisa untuk percepatan mengalirkan listrik ke desa - desa yang belum berlistrik.

Manfaat lainnya, pelanggan bisa menghemat atau mengendalikan penggunaan listrik sesuai kebutuhan dan kemampuan ekonominya. 

Baca juga: Orang Tua Penderita Stunting Minta Keringanan Biaya Saat Pengobatan

Di sisi lain, program ini justru menuai protes warga, pelanggan pasca bayar. Puluhan pelanggan, mendatangi Kantor PLN UP3 Flores Bagian Barat, untuk melakukan protes, Senin 11 Oktober 2021.

Pelanggan menilai pihak PLN terkesan memaksakan migrasi pasca bayar ke pra bayar kepada pelanggan.  

Tidak puas, mereka lalu mengadu ke DPRD Kabupaten Ende. Mereka diterima oleh Ketua Komisi II, Julius Cesar Nonga dan anggota komisi II Megi Sigasare. Julius saat itu juga langsung menghubungi pihak PLN untuk hadir di DPRD.

Dalam kesempatan itu, di hadapan Komisi II dan pihak PLN puluhan pelanggan mempertanyakan kebijakan migrasi pasca bayar ke pra bayar. Pertemuan berlangsung kurang lebih dua jam.

Manajer Bidang Transaksi Energi PT. PLN UP3 Flores Bagian Barat, Keiserius Djendy, dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Selasa 12 Oktober 2021, di ruang kerjanya, membenarkan bahwa ada puluhan pelanggan yang protes.

Dia menerangkan, migrasi meteran listrik pasca bayar ke pra bayar, merupakan program yang dijalankan di Nusa Tenggara Timur. "hanya Ende yang belum seratus persen," kata Djendy.

Baca juga: Calon Wakil Bupati Ende Tanpa Visi Misi Baru

Djendy merincikan, dari total 57. 200 pelanggaran di Ende, ada sekitar 741 pelanggan pasca bayar yang belum migrasi ke pra bayar.

Dia menguraikan, 2014 lalu General Manager PT. PLN wilayah NTT menyurati Gubernur NTT, untuk memohon dukungan seratus persen listrik pintar (pra bayar) di 2015.

Dia menyebut tembusan surat tersebut juga bupati dan pimpinan DPRD. "Dalam perjalanan semua kabupaten seratus persen, tertinggal di Kabupaten Ende," ungkapnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved