PON Papua
NTT Tambah Tiga Medali Emas, Dari Silat, Kempo dan Tarung Derajat
Provinsi NTT Akhirnya Menambah Tiga Medali Emas, Dari Silat, Kempo dan Tarung Derajat
Penulis: Sipri Seko | Editor: Kanis Jehola
Seperti disaksikan Pos Kupang di arena pertandingan cabang kempo di GOR STT Gidi, Kabupaten Jayapura, Sekretaris Pengprov Perkemi NTT sempat marah-marah. George nampak tak puas dengan penilaian para wasit dan juri khusunya di nomor embu.
Kepala Biro Umum Setda Provinsi NTT dan Plt Kadis Perikanan dan Kelautan NTT ini menemui beberapa wasit termasuk Indra Kartasasmita sebagai Dewan Hakim. Tak diketahui apa yang dibicarakan, namun beberapa wasit nampak berusaha menenangkan George.
Ditemui seusai pertandingan, George mengaku sangat kesal. Dia tak terima dengan skor penilaian yang diberikan para wasit.
“Ini ada apa sebenarnya. Orang awam saja lihat siapa yang tampil bagus. Kalau beda tipis, mungkin kita maklumi. Anak-anak kita adalah juara, namun ternyata mereka dikalahkan oleh atlet yang kualitasnya di bawa mereka. Kalau kita tidak protes, mereka akan seenaknya bermain,” kata George Hadjoh.
Sebelumnya, Ketua Pengprov Perkemi NTT, Esthon Foenay tidak bisa menahan rasa kecewanya atas hasil yang dicapai atlet NTT di PON XX Papua 2021. Ditemui seusai menyaksikan pertandingan di GOR STT Gidi, Kabupaten Jayapura, Papua, Esthon meminta PP Perkemi untuk mengevaluasi para wasit dan juri yang memimpin pertandingan di PON XX Papua 2021.
“Ini bukan karena kita kalah. Tapi semua orang melihat. Orang yang tidak mengerti kempo saja bisa melihat bagaimana penampilan semua peserta di lapangan. Itu yang membuat saya kecewa,” kata Esthon.
Esthon mengatakan, fakta menunjukkan untuk perlu dicermati dengan baik, siapa yang berkualitas. Siapa yang pantas mendapatkan hasil yang terbaik. “Jangan sampai ada kecenderungan-kecenderungan lain. Ini yang akan melunturkan prestasi dan kualitas olahraga kempo di Indonesia,” kata Esthon.
“Fakta yang ada, juara dunia yang mengalahkan sekian banyak negara, malah di PON ini kalah. Kita semua melihat dengan otak dan hati. Bagaimana teknik penilaiaan seperti itu. Tapi karena itu sudah diupacarakan, maka kita harus terima,” kata Esthon.
Esthon mengatakan, dirinya sudah langsung mengkomunikasikan hal ini dengan Ketua PB Perkemi. Dia mengatakan, langkah antisipasi harus segera diambil oleh pengurus pusat untuk menyelamatkan marwah event ini.
“Ke depan, perlu harus ada evaluasi terhadap kinerja dari para wasit. Saya kira ini poin penting yang perlu kita lihat,” tambahnya. (eko)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ntt-tambah-tiga-medali-emasdari-silat-kempo-dan-tarung-derajat.jpg)