PON Papua
NTT Tambah Tiga Medali Emas, Dari Silat, Kempo dan Tarung Derajat
Provinsi NTT Akhirnya Menambah Tiga Medali Emas, Dari Silat, Kempo dan Tarung Derajat
Penulis: Sipri Seko | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM, JAYAPURA – Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) akhirnya menambah koleksi medali emasnya. Pada Selasa (12/10), Provinsi Nusa Tenggara Timur menambah medalinya dari cabang pencaksilat, kempo dan tarung derajat.
Yoseph Amor Meus, yang bertarung di kelas 52-55 kg tarung bebas putra berhasil mengalahkan atlet Lampung pada laga final Gedung Graha Eme Neme Yauware, Kabupaten Timika, Papua. Yosep Amor Meus menang dengan skor 2-1.
Sementara itu pesilat Nusa Tenggara Timur, Jeni Elvis Kause menyumbang medali emas kedua untuk kontingen NTT di PON XX Papua 2021. Prestasi ini diraih Jeni, setelah dalam partai final yang berlangsung di Gor Toware, Sentani, Kabupaten Jayapura mengalahkan lawannya asal Provinsi Jawa Barat, Nurmalasari.
Bertanding di kelas B Puteri, Jeni menang mutlak 5-0. Satu medali perunggu di cabang pencaksilat juga dipersembahkan oleh Zaki ZP di kelas B putra dan Ronald Neno dari kelas F putra.
Baca juga: Jeni Kause Persembahkan Emas untuk Flobamora
Sementara medali dari cabang kempo direbut dari nomor embu pasangan putri 1-DAN dari Yustino Elmaser dan Dionisius Ramli. Kempo juga menambah dua medali perak dari nomor embu pasangan putri 2/3-DAN lewat Danieta Belafania dan Niken Dakamoli dan dari Nomor Embu Pasangan Kyu kensi Putri lewat Dewinda Pinis dan Romana Kenshi Bala.
Pelatih kempo NTT, Yuliana Toh, mengatakan, raihan medali emas di nomor itu dipastikan setelah pasangan Yustino Elmaser dan Dionisius Ramli meraih poin tertinggi di nomor ini. Yuliana mengatakan, masih ada satu nomor tersisa, yakni di embu berpasangan putri 1-DAN.
Adapun hasil sementara yang diraih tim kempo, yakni , medali emas embu pasangan putra 1-Dan Yustino Elmaser dan Dionisius Ramli. Lima medali perak direbut dari nomor embu pasangan yudansha putri I-Dan aatas nama Fitri Radja Huki dan Ingki Pinis, Embu Pasangan Kyu Kenshi putra Randaka MP Minfini dan Arif Purwanto. Embu Pasangan Kyu kensi Putri atas nama Dewinda Pinis dan Romana Kenshi Bala.
Embu pasangan campuran kyu kenshi, Randaka Minfini dan Dewinda Pinis, embu pasangan putri, 2/3-Dan lewat Danieta Belafania dan Laura Dakamoly. Sementara medali perunggu direbut dari nomor Embu beregu putra atas nama Rizal Sobo, Andri Sobo, Defiar Toh dan Fernando Arae Bala, embu pasangan campuran yudansa atas nama Aldiani Deni dan Yustino Elmaser.
Baca juga: Bupati Sikka Beri Motor Bagi Yosep dan Jeni Ketika Tiba di Maumere
Dengan hasil ini, NTT untuk sementara sudah mengantongi empat medali emas, enam perak dan lima perunggu. Satu medali emas direbut oleh Susanti Ndapataka dari cabang muaythai. Sementara medali perak, lima direbut dari cabang kempo dan satu dari cricket.
Empat medali perunggu NTT direbut dari cabang wushu, kempo dan pencaksilat. Wushu menyumbang satu medali perunggu sedangkan kempo dan pencaksilat dua medali perunggu.
Mengomentari hasil ini, Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi mengaku, atlet NTT berjuang sangat keras. Dia mengatakan, melihat langsung perjuangan para atlet NTT ini, dia merasa terharu. Apapun hasilnya, kata Nae Soi, perjuangan para atlet NTT ini patut diberi apresiasi.
“Anak-anak kita luar biasa. Mereka tetap percaya diri untuk bertanding dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas. Terima kasih buat perjuangan yang luar biasa ini. Semoga di tinju dan kempo serta atletik yang masih bertanding, kita mendapatkan hasil yang baik,” kata Nae Soi.
Ketua Umum KONI NTT, Andre Koreh mengatakan, apa yang ditunjukkan para atlet NTT ini telah membuat masyarakat NTT bersatu. Dari mana-mana orang datang memberi sumbangan. Ini sesuatu yang bagus bagi pembinaan olahraga di NTT.
“PON bukan hanya soal prestasi, tapi ternyata PON ini berhasil mempersatukan kita. Dalam segala kekurangan, kita bersatu untuk mencapai sebuah prestasi yang membanggakan. Kita berharap hal ini terus dipelihara sebagai sebuah kekuatan agar ke depan, prestasi yang lebih tinggi bisa diraih para atlet NTT,” tegas Andre Koreh.
George Hadjoh Sempat Marah
Seperti disaksikan Pos Kupang di arena pertandingan cabang kempo di GOR STT Gidi, Kabupaten Jayapura, Sekretaris Pengprov Perkemi NTT sempat marah-marah. George nampak tak puas dengan penilaian para wasit dan juri khusunya di nomor embu.
Kepala Biro Umum Setda Provinsi NTT dan Plt Kadis Perikanan dan Kelautan NTT ini menemui beberapa wasit termasuk Indra Kartasasmita sebagai Dewan Hakim. Tak diketahui apa yang dibicarakan, namun beberapa wasit nampak berusaha menenangkan George.
Ditemui seusai pertandingan, George mengaku sangat kesal. Dia tak terima dengan skor penilaian yang diberikan para wasit.
“Ini ada apa sebenarnya. Orang awam saja lihat siapa yang tampil bagus. Kalau beda tipis, mungkin kita maklumi. Anak-anak kita adalah juara, namun ternyata mereka dikalahkan oleh atlet yang kualitasnya di bawa mereka. Kalau kita tidak protes, mereka akan seenaknya bermain,” kata George Hadjoh.
Sebelumnya, Ketua Pengprov Perkemi NTT, Esthon Foenay tidak bisa menahan rasa kecewanya atas hasil yang dicapai atlet NTT di PON XX Papua 2021. Ditemui seusai menyaksikan pertandingan di GOR STT Gidi, Kabupaten Jayapura, Papua, Esthon meminta PP Perkemi untuk mengevaluasi para wasit dan juri yang memimpin pertandingan di PON XX Papua 2021.
“Ini bukan karena kita kalah. Tapi semua orang melihat. Orang yang tidak mengerti kempo saja bisa melihat bagaimana penampilan semua peserta di lapangan. Itu yang membuat saya kecewa,” kata Esthon.
Esthon mengatakan, fakta menunjukkan untuk perlu dicermati dengan baik, siapa yang berkualitas. Siapa yang pantas mendapatkan hasil yang terbaik. “Jangan sampai ada kecenderungan-kecenderungan lain. Ini yang akan melunturkan prestasi dan kualitas olahraga kempo di Indonesia,” kata Esthon.
“Fakta yang ada, juara dunia yang mengalahkan sekian banyak negara, malah di PON ini kalah. Kita semua melihat dengan otak dan hati. Bagaimana teknik penilaiaan seperti itu. Tapi karena itu sudah diupacarakan, maka kita harus terima,” kata Esthon.
Esthon mengatakan, dirinya sudah langsung mengkomunikasikan hal ini dengan Ketua PB Perkemi. Dia mengatakan, langkah antisipasi harus segera diambil oleh pengurus pusat untuk menyelamatkan marwah event ini.
“Ke depan, perlu harus ada evaluasi terhadap kinerja dari para wasit. Saya kira ini poin penting yang perlu kita lihat,” tambahnya. (eko)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ntt-tambah-tiga-medali-emasdari-silat-kempo-dan-tarung-derajat.jpg)