Berita TTU Terkini
Kasus HIV/Aids di Kabupaten Timor Tengah Utara Tembus Angka 35 %
biaya saat ini dianggap masyarakat masih cukup mahal. Supaya bulan-bulan ke depan biaya test HIV di Puskesmas itu tidak dibebankan
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU-- Kasus HIV/Aids di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tembus angka 35%.
Hal ini disampaikan Ketua Komisi Penanggulangan Aids Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), dr. Rienarmy Satriany Usfinit, MPH saat ditemui POS-KUPANG.COM, Senin, 11/10/2021.
Demi mengatasi persoalan tersebut, KPAD Kabupaten TTU memprioritaskan pendekatan masyarakat secara langsung dengan mengutamakan penjangkauan sedini mungkin, pengobatan selengkap mungkin dan kepatuhan serta dukungan kepada penderita.
"Karena itu kita tidak bisa melakukan penjangkauan terhadap para penderita," tukasnya.
Menurut dr. Rienarmy, aspek lain yang sangat vital dalam penanganan Aids adalah menjaga kelangsungan pengobatan. Pasalnya, pengobatan HIV/Aids dilakukan seumur hidup.
Ia mengakui bahwa, saat ini persiapan logistik pengobatan di Kabupaten TTU sangat baik.
Namun persyaratan-persyaratan diagnosa perihal jumlah sel darah yang berperan melawan virus tidak ada di Kabupaten TTU.
Baca juga: Dua Anggota Polres TTU Diberhentikan Tidak dengan Hormat
"Kita kalau dokter minta, kita harus rujuk ke Kupang atau ke Atambua. Terutama pada anak-anak, bayi dan balita ungkapnya.
Ia menuturkan, sebanyak 7 orang anak di Kabupaten TTU yang sedang dirawat dengan diagnosa positif HIV.
Kepastian diagnosa, lanjutnya, membutuhkan langkah panjang. Karena tidak hanya berkisar seputar tes darah tetapi juga jumlah virus.
Anak-anak yang dibawa ke pihak KPAD TTU selalu dalam kondisi stunting berat (sudah Aids). Hal ini terjadi karena orangtua yang bersangkutan tidak mengetahui jika anaknya tertular.
Oleh karena itu, KPAD juga harus menunjang nutrisi dan serta mencari donatur.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa, 2 orang anak di Kabupaten TTU sudah didiagnosa mengidap Aids. Sedangkan, 1 orang anak masih dalam observasi dan 4 lainnya masih kategori HIV.
Bagi dr. Rienarmy, pada umumnya orangtua (bapak) dari anak yang tertular HIV/Aids tersebut bekerja di luar daerah seperti Papua, Kupang, dan beberapa tempat lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/dr-rienarmy-satriany-usfinit-mph.jpg)