Breaking News:

Berita Kupang

Save the Children Gagas Jam Belajar Sore Hari

Ignasius Manuk (45 tahun), mengunjungi rumah-rumah di wilayah Desa Noelbaki, Kabupaten Kupang

Penulis: Paul Burin | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
Ignas Manuk ketika mengunjungi sebuah keluarga untuk melakukan sosialisasi tentang jam belajar pada sore hari. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG -  Ignasius Manuk (45 tahun), mengunjungi rumah-rumah di wilayah Desa Noelbaki, Kabupaten Kupang. Beliau adalah seorang anggota PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat) yang sedang menyosialisasikan surat edaran desa tentang jam belajar.

Di sana, saat melakukan aktivitasnya,  lelaki ini meyakinkan orangtua tentang dampak positif dari terobosan ini. 

Ia menyebutkan bahwa edaran ini memuat himbauan kepada keluarga agar menyiapkan waktu satu jam di sore hari untuk belajar bersama anak. Anak-anak patut dibiasakan atau membiasakan diri untuk belajar pada sore hari. Hanya satu jam saja. Silakan, nanti dilanjutkan pada malam hari. 

Kegiatan sosialisasi ini menyasar seluruh warga  desa, secara khusus orangtua anak yang bersekolah di dalam wilayah desa itu.

Baca juga: Kisah Anak-anak SDI Kotabes Belajar Menghindari Kekerasan, Save the Children Fasilitasi Forum Anak

Situasi pandemi menjadi alasan terbesar mengapa pengaturan jam belajar masyarakat ini diperlukan. Sejak Covid-19 melanda, praktis sebagian besar kegiatan belajar mengajar di sekolah terhenti.

Anak menghabiskan lebih banyak waktu di rumah bersama orangtua. Dampak yang dapat diobservasi menunjukkan kurangnya waktu belajar anak yang berujung pada kehilangan kemampuan belajar mereka.

Di samping itu, pentingnya keterlibatan orangtua  dan masyarakat dalam mendukung pendidikan anak juga menjadi alasan mengapa jam belajar masyarakat dibutuhkan.

Jam belajar masyarakat adalah inisiasi PATBM, desa dan Save the Children. Kegiatan ini juga menargetkan 44 desa lainnya di tujuh kecamatan di  Kabupaten Kupang.

Ignas mengatakan bahwa setelah sosialisasi oleh PATBM, mereka juga akan membantu melakukan monitoring atau pengawasan terkait penerapan surat edaran ini di Desa Noelbaki.

Sebagian besar orangtua merasa senang dengan adanya surat edaran ini. Semua masyarakat diajak untuk bekerja bersama mendukung pendidikan anak-anak di desa mereka.

Baca juga: Stimulant Institute Sumba dan Save The Children Bantu Korban Bencana Seroja di Watuhadang

 “Sebagai orangtua saya sangat bersyukur dengan adanya edaran belajar di rumah ini. Ini dapat memotivasi kami orangtua agar aktif berpartipasi dalam mendukung anak belajar di rumah," kata Ibu Milda A. Neno, orangtua  dari seorang siswa.

Sementara itu, Julius Tallo, S.Pd, Kepala Desa Noelbaki mengatakan bahwa situasi belajar dari rumah ini, sudah berjalan lama sejak pandemi Covid-19.

Namun dalam implementasinya, belajar di rumah tidak selalu berjalan baik karena minimnya dukungan orangtua dan kurangnya keaktifan anak untuk belajar tanpa pengawasan.

Menurutnya,  surat edaran ini  sangat membantu  orangtua dan anggota masyarakat lain untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif bagi anak di desa. (*/pol)

Baca Berita Kupang Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved