Berita Belu

Bethesda Yakkum Kembangkan Potensi ODHA di Belu

CD Bethesda YAKKUM sedang melaksanakan program pencegahan terpadu penularan HIV dan AIDS di Wilayah Kabupaten Belu dan Kota yogyakarta, salah satu

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG. COM/TENI JENAHAS
PELATIHAN--di Kabupaten Belu dalam kegiatan yang diselenggarakan CD Bethesda YAKKUM, di Hotel Nusantara 2, Jumat 8 Oktober 2021. 

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas

POS KUPANG. COM| ATAMBUA---CD Bethesda YAKKUM sedang melaksanakan program pencegahan terpadu penularan HIV dan AIDS di Wilayah Kabupaten Belu dan Kota yogyakarta, salah satu komponen yang dilakukan adalah pencegahan secara Bio-medical.

Dalam komponen tersebut ada kegiatan pendampingan peningkatan kualitas hidup ODHA dan konseling untuk kepatuhan ART dengan sub kegiatan training penerimaan diri. 

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari Jumat 8 sampai Sabtu 9 Oktober 2021 ini bertempat di Hotel Nusantara 2 Atambua. 

Peserta berjumlah 20 orang yang berasal dari Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Kakuluk Mesak, Tasifeto Timur dan Tasifeto Barat. 

Baca juga: Warga Dua Desa yang Bertikai di Waiwerang - Adonara, Flores Timur Siap Berdamai

Tujuan kegiatan ini untuk mengembangkan kemampuan para ODHA dalam menyadari potensi dan situasi diri, membangun kemampuan penerimaan diri ODHA untuk mencapai resiliensi dan keberdayaan diri optimal. 

Mengembangkan kemampuan para ODHA dalam membantu ODHA lainnya untuk menemukan penerimaan diri dan resiliensi melalui ketrampilan konseling dan motivasi.

Output yang diharapkan

peserta mampu menyadari situasi, potensi diri yang potensial dan actual, menerima diri secara positif sebagai bekal pencapaian resiliensi. Kemudian, peserta memiliki keterampilan dalam memotivasi dan memberdayakan diri bagi teman ODHA yang lainnya. 

Area Manger UPKM/CD Bethesda Yakkum Belu, Yosafat Ician kepada wartawan mengatakan, kegiatan ini adalah sebuah bentuk intervensi proaktif yang bertujuan untuk  memperkuat kapasitas diri ODHA dalam menghadapi berbagai kemungkinan dampak sosial yang berimbas negatif bagi dirinya. 

Melalui rute penguatan diri dengan memperkuat kesadaran dan penerimaan diri maka diharapkan ODHA dapat menemukan ruang untuk melipatgandakan potensi dirinya secara maksimal, membangun sikap dan cara hidup yang memberi makna.

Menurut Yosafat, hidup sebagai ODHA bukan sebuah hal yang mudah untuk dijalani. Dalam hidupnya, ODHA tidak hanya berhadapan dengan virus HIV yang berada di tubuh mereka. Namun pada saat yang bersamaan ODHA juga menerima stigma dan diskriminasi dari orang disekitarnya. 

Stigma yang berasal dari masyarakat dipengaruhi oleh kehadiran norma maupun ajaran agama yang dijunjung tinggi oleh masyarakat. ODHA dipandang sebagai individu yang dihukum akibat berperilaku amoral dan berdosa karena terlibat dalam pergaulan bebas, homoseksual, berganti-ganti pasangan seks, dan penggunaan narkoba.

Hal ini mengakibatkan masyarakat memandang ODHA semacam kelompok manusia yang harus dihindari dan dihapus dalam pergaulan sosial. 

Untuk menghapus stigma itu perlu ada pengembangan kemampuan para ODHA dalam menyadari potensi dan situasi diri, membangun kemampuan penerimaan diri ODHA untuk mencapai resiliensi dan keberdayaan diri secara optimal. 

Kabid P2P Dinas Kesehatanitu,  Rosa Gaudensia Ada ketika membuka kegiatan itu menyampaikan terima kasih kepada CD Bethesda YAKKUM yang telah menyelenggarakan kegiatan yang sungguh bermanfaat bagi ODHA

Kata Rosa, kegiatan yang dilaksanakan CD Bethesda YAKKUM sangat membantu pemerintah dalam menekan kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Belu. (jen). 

 Berita Belu Lainnya :
 

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved