Berita Kota Kupang
Pembangunan Ekowisata Mangrove Hilangkan Kota Kumuh
Pembangunan Ekowisata Mangrove di Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang selain sebagai destinasi wisata terindah
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pembangunan Ekowisata Mangrove di Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang selain sebagai destinasi wisata terindah, juga untuk menghilangkan kondisi kota kumuh.
Hal ini disampaikan Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore, Senin 4 Oktober 2021.
Menurut Jefri, pembangunan ekowisata mangrove di Oesapa Barat itu bertujuan menghilangkan kesan kota kumuh di wilayah setempat, juga menjadikan daerah wisata baru di Kota Kupang.
"Kita tata kawasan itu menjadi kawasan wisata terindah di Kota Kupang, sekaligus menghilangkan kesan kota kumuh," kata Jefri.
Dijelaskan, pembangunan ekowisata mangrove itu sudah direncanakan pemerintah sejak tahun 2018 lalu dan saat ini dalam tahap pengerjaan.
Baca juga: DPRD Kota Kupang Ingatkan Pemkot Cek Kepemilikan Tanah di Kawasan Mangrove Oesapa
"Jadi pembangunan ekowisata mangrove ini sudah direncanakan pada tahun 2018 lalu. Tentu kita akan menata kawasan itu menjadi destinasi wisata. Intinya kita tata kawasan kumuh itu menjadi kawasan wisata," katanya.
Terkait anggaran pembangunan ekowisata mangrove, Jefri mengatakan, sumber dananya itu berasal dari luar negeri yang dialokasikan melalui pemerintah pusat.
Dikatakan, pembangunan ekowisata mangrove itu dilaksanakan dalam rencana pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh perkotaan (RP2KPKP).
Jefri mengakui, sesuai RTRW dan RDTR Kota Kupang, maka kawasan Oesapa merupakan kawasan bernilai strategis ekonomi dan pariwisata.
Baca juga: Ekowisata Mangrove di Oesapa Barat, Butuh Dukungan APBD Kota Kupang
Karena itu, menindaklanjuti RTRW dan RDTR adalah revitalisasi permukiman kumuh di wilayah Oesapa Barat, yakni pada Segmen 2, yaitu di muara dan kawasan Wisata Mangrove.
Selain penataan permukiman kumuh, penataan wisata mangrove di segmen 2 merupakan perwujudan dari Kota Kupang sebagai Water Front City.
"Berbagai fasilitas yang dibangun akan menarik pengunjung untuk datang ke obyek wisata itu, sehingga berpengaruh terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat sekitar maupun masyarakat Kota Kupang secara global," ujarnya. (*)
Baca Berita Kota Kupang Lainnya