Berita Kupang
Menelisik Alat Musik Sasando di Rumah Sasando Oebelo Kabupaten Kupang NTT
tapi adanya bantuan maka produksi bisa banyak, namun, kami tidak bisa produksi banyak untuk stok. S
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Beginilah garis besar dan singkat cara membuat alat musik Sasando di Rumah Sasando, Oebelo, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT.
Untuk membuat alat musik ini, ada bahan dasar, yakni kayu, paku penyangga, senar string, daun lontar dan bambu.
Jitron Pah salah satu pengrajin dan pemain alat musik Sasando sempat mendemonstrasikan cara membuat alat musik Sasando.
Awalnya, daun lontar diambil pucuknya kemudian dijemur agar layu sehingga gampang dibentuk.
Bambu dipotong sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan. Kemudian dua ujung bambu ditutup dengan kayu jati atau kayu yang berkualitas bagus sehingga menghasilkan rongga di bagian dalam.
Setelah daun lontar itu layu, dihitung sesuai kebutuhan atau ukuran Sasando yang hendak dibuat. Bambu yang sudah ditutup dengan kayu tadi dipasang senar berdasarkan notasi, kemudian dipasang di daun lontar yang telah dilengkungkan.
Baca juga: Pasca Tawuran Pemuda di Kabupaten Kupang, Polisi Tahan Pelaku Penganiayaan
Pengaturan nada itu tergantung pemasangan sesenda atau penopang senar.
Sasando yang dibuat ini tentu berbeda untuk hiasan dengan untuk dimainkan.
Alat musik ini sudah terkenal secara nasional maupun internasional. Bahkan, sudah pernah digelar festival Sasando.
"Pembuatan alat musik ini memang memakan waktu yang cukup lama, tetapi kalau sudah terbiasa maka tidak lama, asalkan bahan bakunya tersedia," kata Jitron di Oebelo, Rabu 29 September 2021.
Dikatakan, mereka memang kesulitan memperoleh daun lontar, namun, mereka bersyukur karena ayah mereka, Yeremias Pah (almarhum) sudah menanam lontar dan bambu sehingga saat ini mereka tidak lagi kesulitan bahan dasar membuat alat musik Sasando.
"Bahan dasar membuat alat musik ini ada, bambu,kayu dan daun lontar. Lontar memang saat ini terancam. Namun, untuk Lontar atau tuak kami dapat dari hasil kerja almarhum ayah kami yang sudah tanam 20-an tahun lalu," jelas Jitron.
Jitron bersama saudara-saudaranya semua bisa membuat alat musik ini, sekaligus memainkannya. Alat musik ini dimainkan dengan cara petik.
Baca juga: Gubernur NTT Panen Bawang Merah Lokananta di Oesao Kabupaten Kupang
Mereka semua mengikuti jejak maestro Yeremias Aogust Pah (almarhum). Ayah mereka pernah mendapat penghargaan dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik tahun 2007 lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/menelisik-alat-musik-sasando-di-rumah-sasando-oebelo-kabupaten-kupang.jpg)