Breaking News:

Berita Kota Kupang

Beginilah Kondisi Tanggul Penahan Gelombang di Oesapa Barat 

Kondisi tanggul penahan gelombang di Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang ambruk diterjang Badai Seroja

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Tanggul penahan gelombang yang rusak di Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang. Gambar diambil, Sabtu 2 September 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Kondisi tanggul penahan gelombang di Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang ambruk diterjang Badai Seroja beberapa waktu lalu.

Tanggul penahan gelombang ini saat ini sementara persiapan untuk dibangun kembali.

Pantauan POS-KUPANG.COM, Sabtu 2 September 2021, tanggul atau tembok penahan gelombang yang rusak ini berada di sekitar tambak garam miliki warga Oesapa Barat.

Kerusakan tanggul ini berada persis di bagian timur dari obyek wisata Mangrove.

Baca juga: Masyarakat Oesapa Barat Antusias Rencana Pembangunan Ekowisata Mangrove

Tanggul yang rusak ini sekitar 100-150 meter. Tembok penahan gelombang ini ada yang hancur, bahkan ada yang terputus dan roboh berbentuk bongkahan-bongkahan yang cukup besar.

Pada bagian timur hanya tersisa sekitar 10 meter yang terlihat masih utuh. Sementara beberapa meter dari tembok yang roboh ini sudah ada patok yang dicat merah pada ujung. Patok ini merupakan tanda bahwa pengerjaan kembali tembok itu segera dilakukan dalam waktu yang tidak lama.

Harun Talan warga setempat yang ditemui mengatakan, kerusakan tembok itu saat adanya Badai Seroja di bulan April 2021 lalu.

"Tembok ini rusak pada saat badai Seroja bulan April lalu. Saat itu ada air laut pasang dengan gelombang yang cukup besar sehingga tembok ini rusak semua," kata Talan.

Baca juga: Pengembangan Ekowisata Mangrove di Oesapa Barat Tingkatkan Ekonomi Kreatif

Menurut Talan, saat terjadi bencana istri dan anaknya mengungsi hanya dirinya saja yang tetap berada di rumah.

"Rumah saya dekat dengan tembok yang rusak ini. Saat itu saya bersyukur karena rumah saya tidak rusak," katanya.

Talan juga mengakui, tembok penahan gelombang itu sudah mau dikerjakan lagi oleh pemerintah. "Sudah ada yang datang ukur dan pasang patok jadi mungkin tidak lama lagi kerusakan tembok ini dikerjakan," ujarnya.

Lurah Oesapa Barat, Christian Eko Chamdra yang dikonfirmasi mengatakan, tanggul penahan gelombang itu segera ditangani pemerintah.

"Tanggul penahan gelombang ini akan dikerjakan. Apalagi, wilayah itu masuk dalam pengembangan ekowisata mangrove yang akan dijadikan obyek wisata terindah di Kota Kupang," kata Eko. (*)

Baca Berita Kota Kupang Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved