Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Selasa 28 September 2021: Tetap Mengasihi
Bagi orang Yahudi, Yerusalem adalah puncak hidup rohani. Setiap tahun, minimal satu kali orang Yahudi harus berziarah ke Bait Suci di Yerusalem.
Renungan Harian Katolik Selasa 28 September 2021: Tetap Mengasihi (Luk 9: 51-56)
Oleh: Pater Steph Tupeng Witin SVD
POS-KUPANG.COM - Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan ke Yerusalem. Sebuah ziarah penggenapan jalan keselamatan.
Bagi orang Yahudi, Yerusalem adalah puncak hidup rohani. Setiap tahun, minimal satu kali orang Yahudi harus berziarah ke Bait Suci di Yerusalem.
Jalan langsung dan singkat dari Galilea menuju ke Yerusalem melewati Samaria.
Tapi kebanyakan orang Yahudi menghindari jalan singkat itu karena telah terjadi pertengkaran selama berabad-abad lamanya antara orang Yahudi dan Samaria (Yoh 4:9).
Orang Samaria akan melakukan segala sesuatu untuk menghindarkan dan bahkan melukai setiap peziarah Yahudi yang mencoba melewati daerah Samaria.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 27 September 2021: Melayani Orang Kecil
Ketika Yesus memutuskan untuk mngambil jalan singkat itu, hal itu merupakan sesuatu yang tidak biasa.
Lebih tidak biasa lagi, kalau Ia mengharapkan dan meminta kesediaan orang Samaria untuk menerima Dia sebagai tamu mereka.
Orang-orang Yahudi dan Samaria telah terpecah selama berabad-abad.
Peziarah Yahudi yang melewati wilayah Samaria sering diperlakukan dengan buruk dan bahkan diserang oleh orang Samaria.
Ketika Yesus melakukan hal yang tidak biasa itu, sesungguhnya Ia sedang mengulurkan tangan kasih-Nya kepada orang-orang Samaria yang telah lama menjadi musuh bangsanya.
Maka orang Samaria sebenarnya tidak hanya menolak kasih dan keramahtamahan Yesus, tapi juga penyerahan diri-Nya untuk menjadi sahabat mereka.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 25 September 2021: Salib Hadirkan Harapan
Penolakan orang-orang Samaria itu memantik kemarahan Yakobus dan Yohanes yang langsung meminta Yesus untuk memusnahkan desa-desa Samaria dengan api yang turun dari surga.
Namun Yesus menolak permintaan kedua murid emosional itu.
Kita bisa bayangkan ketika orang-orang dalam lingkaran dalam, termasuk orang dekat Yesus yaitu Yakobus dan Yohanes serta Petrus saja belum memahami misi Yesus, apalagi para murid yang lain perihal sikap Yesus terhadap para musuh-Nya.
Apakah Yesus setuju dengan sikap Yohanes dan Yakobus? Tidak. Yesus justru menegur mereka (Luk 9:55).
Teguran Yesus kepada murid bukan berarti bahwa Ia setuju dengan sikap orang Samaria yang menolak-Nya.
Ia mengajarkan kepada kita untuk tetap bersikap tenang, sabar, penuh belas kasih, dan tidak membalas kejahatan dengan hukuman.
Ia tetap mengasihi orang yang menolakNya.
Yesus hendak bilang melaluI tindakan-Nya itu bahwa kasih dan toleransi kepada orang yang berbeda harus didasarkan pada kasih.
Kita mesti melihat orang lain yang berbeda dengan kita dengan tatapan cinta dan bukan demi kepentingan keselamatan dan keamanan kita.
Cinta Kristiani mencari kebaikan dari sesama dan musuh kita.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 20 September 2021: Terang Dunia
Ketika Abraham Lincoln dikritik karena kesopanan dan toleransinya terhadap musuh-musuhnya selama perang saudara Amerika, dia menjawab: “Apakah aku tidak menghancurkan musuhku ketika aku menjadikan mereka teman-temanku?”
Membalas kejahatan dengan kebaikan bukanlah hal yang mudah. Tetapi justru itulah yang harus kita lakukan sebagai murid Yesus.
Itulah kekhasan dan kelebihan kita sebagai orang-orang Katolik. Kita harus bangga dengan ajaran Yesus itu.
Rasa bangga itu akan menjadi “sempurna” ketika kita memohon rahmat Tuhan membantu kita agar setia mengasihi orang-orang yang menolak dan memusuhi kita. *
Teks Lengkapan Bacaan Renungan Katolik 28 September 2021:
Bacaan I : Zakharia 8:20-23
Banyak bangsa akan datang mencari Tuhan di Yerusalem
Beginilah sabda Tuhan semesta alam, "Bangsa-bangsa dan penduduk banyak kota masih akan datang. Penduduk kota yang satu akan pergi kepada penduduk kota yang lain dan mengatakan, 'Marilah kita pergi untuk melunakkan hati Tuhan dan mencari Tuhan semesta alam!'
Kami pun akan pergi! Jadi bangsa dan suku bangsa yang kuat akan datang mencari Tuhan semesta alam di Yerusalem dan melunakkan hati Tuhan."
Beginilah sabda Tuhan semesta alam, "pada waktu itu sepuluh orang dari berbagai bangsa dan bahasa akan memegang kuat-kuat punca jubah seorang Yahudi dengan berkata, "Kami mau pergi menyertai kamu, sebab kami telah mendengar bahwa Allah menyertai kamu'!"
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
Mazmur Tanggapan : 87:1-3.4-5.6-7
Refr.: Allah beserta kita
- Di gunung-gunung yang kudus ada kota yang dibangunkan-Nya: Tuhan lebih mencintai pintu-pintu gerbang Sion dari pada segala tempat kediaman Yakub. Hal-hal yang mulia dikatakan tentang engkau, ya kota Allah
- Aku menyebut Rahab dan Babel di antara orang-orang yang mengenal Aku, bahkan Filistea, Tirus dan Etiopia: "Ini dilahirkan di sana."
- Tetapi tentang Sion dikatakan: "Seorang demi seorang dilahirkan di dalamnya," dan Dia, Yang Mahatinggi, menegakkannya.
- Tuhan menghitung pada waktu mencatat bangsa-bangsa: "Ini dilahirkan di sana." Dan orang menyanyi-nyanyi sambil menari beramai-ramai: "Segala mata airku ada di dalammu."
Bacaan Injil : Lukas 9:51-56
Yesus mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem
Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke surga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem, dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia.
Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya.
Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.
Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: "Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?"
Akan tetapi Ia berpaling dan menegur mereka. Lalu mereka pergi ke desa yang lain.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pater-steph-tupeng-witin-svd.jpg)