Breaking News:

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Sabtu 25 September 2021: Salib Hadirkan Harapan

Saya memahami keterbatasan dan kerapuhan manusiawi itu sebagai sebuah salib. Saya mesti “memikulnya” setiap hari.

Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
Pater Steph Tupeng Witin SVD 

Renungan Harian Katolik Sabtu 25 September 2021: Salib Hadirkan Harapan (Luk 9: 43b-45)

Oleh: Pater Steph Tupeng Witin SVD

POS-KUPANG.COM - Seorang “sahabat” saya sangat setia membaca dan mengomentari renungan-renungan kecil-sederhana yang saya kirim kepadanya.

Komentarnya kadang menyadarkan keterbatasan refleksi saya. Sebuah proses “saling belajar” yang sederhana. Renungan-renungan saya tulis dengan segala keterbatasan.

Tuhan setia membuat keindahan menakjubkan di tengah keterbatasan dan kerapuhan manusiawi kita. Sesuatu yang bisa saja lewat dari refleksi, Dia hadirkan melalui orang lain.

Saya memahami keterbatasan dan kerapuhan manusiawi itu sebagai sebuah salib. Saya mesti “memikulnya” setiap hari.

Salib itu selalu menyadarkan saya agar tidak congkak dan angkuh. Segala yang saya miliki adalah anugerah-Nya semata. Saya hanya “alat” yang sangat terbatas dan rapuh.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 25 September 2021: Kemuliaan Diri?

Saya tidak memandang keterbatasan dan kerapuhan sebagai beban karena itu hanya menghadirkan tragedi.

Justru, Tuhan hadir melalui banyak orang, teristimewa sahabat saya ini untuk “menyempurnakan” keterbatasan dan “memenuhi” ruang kekurangan diri.

Beberapa waktu lalu, “sahabat” saya ini mengirim pesan: Pater, tolong doakan saya karena divonis kanker oleh dokter.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved