Kamis, 23 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Sabtu 25 September 2021: Salib Hadirkan Harapan

Saya memahami keterbatasan dan kerapuhan manusiawi itu sebagai sebuah salib. Saya mesti “memikulnya” setiap hari.

Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
Pater Steph Tupeng Witin SVD 

Renungan Harian Katolik Sabtu 25 September 2021: Salib Hadirkan Harapan (Luk 9: 43b-45)

Oleh: Pater Steph Tupeng Witin SVD

POS-KUPANG.COM - Seorang “sahabat” saya sangat setia membaca dan mengomentari renungan-renungan kecil-sederhana yang saya kirim kepadanya.

Komentarnya kadang menyadarkan keterbatasan refleksi saya. Sebuah proses “saling belajar” yang sederhana. Renungan-renungan saya tulis dengan segala keterbatasan.

Tuhan setia membuat keindahan menakjubkan di tengah keterbatasan dan kerapuhan manusiawi kita. Sesuatu yang bisa saja lewat dari refleksi, Dia hadirkan melalui orang lain.

Saya memahami keterbatasan dan kerapuhan manusiawi itu sebagai sebuah salib. Saya mesti “memikulnya” setiap hari.

Salib itu selalu menyadarkan saya agar tidak congkak dan angkuh. Segala yang saya miliki adalah anugerah-Nya semata. Saya hanya “alat” yang sangat terbatas dan rapuh.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 25 September 2021: Kemuliaan Diri?

Saya tidak memandang keterbatasan dan kerapuhan sebagai beban karena itu hanya menghadirkan tragedi.

Justru, Tuhan hadir melalui banyak orang, teristimewa sahabat saya ini untuk “menyempurnakan” keterbatasan dan “memenuhi” ruang kekurangan diri.

Beberapa waktu lalu, “sahabat” saya ini mengirim pesan: Pater, tolong doakan saya karena divonis kanker oleh dokter.

Saya berhenti sejenak melihat layar handphone yang kabur karena sering terjatuh. Dia meminta doa.

Tentu saja ia juga meminta banyak sahabat lain mendoakannya. Sebuah salib yang sangat berat.

Saya hanya menulis: "Tuhan tidak pernah tidak hadir dalam penderitaan kita. Dia tidak pernah tidur. Dia sangat mengasihimu.”

Kedekatan emosional membuat saya “terdiam” selama beberapa waktu.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 22 September 2021: Pusat Hidup

Banyak “sahabat” yang membaca renungan sederhana ini adalah orang-orang kuat yang rela menderita bersama Tuhan. Pesan “sahabat” saya itu adalah salah satunya.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved