Breaking News:

Tips Sehat

Penyebab, Tipe dan Gejala Penyakit Darah Rendah, Bisa Sebabkan Komplikasi

Penyebab, Tipe dan Gejala Penyakit Darah Rendah, Bisa Sebabkan Komplikasi

Editor: Eflin Rote
FREEPIK/IJEAB
Ilustrasi mengukur tekanan darah 

POS-KUPANG.COM - Apakah Anda pernah merasa tidak stabil dan pusing saat berdiri atau terbangun dari tempat duduk Anda? Jika ya, kemungkinan Anda memiliki tekanan darah yang rendah.

Tekanan darah rendah atau hipotensi merupakan kondisi yang bisa membuat Anda merasa pusing atau lelah karena aliran darah ke otak dan organ vital lainnya seperti ginjal menjadi terhambat atau berkurang.

Melansir NHS, tekanan darah yang normal adalah antara 90/60 mm/Hg dan 120/80 mm/Hg. Sedangkan, pengidap hipotensi memiliki tekanan darah di bawah 90/60 mm/Hg.

Penyebab

Baca juga: Pusing Berputar Hingga 4 Jam? Itu Salah Satu Gejala Penyakit Meniere, Kenali Penyebabnya

Merangkum dari Healthline dan Mayo Clinic, berikut faktor-faktor meningkatkan risiko mengalami hipotensi, antara lain:

  • Usia
  • Kehamilan, tekanan darah wanita hamil biasanya lebih rendah karena peredaran darah yang mengalir dengan cepat
  • Cedera serius, yang kehilangan darah dalam jumlah besar
  • Penyakit jantung, menyebabkan gangguan aliran darah tubuh
  • Efek samping pengobatan, beberapa obat dapat menyebabkan tekanan darah menurun
  • Anemia, sel darah merah berada di bawah batas normal
  • Penyakit diabetes atau penyakit addison, menyebabkan gangguan produksi hormon yang mempengaruhi keseimbangan kadar air dan mineral dalam tubuh, serta tekanan darah
  • Penyakit saraf, gangguan pada fungsi tubuh otonom yang mengendalikan tekanan darah

Selain itu, tekanan darah akan bervariasi sepanjang hari tergantung pada posisi tubuh, irama pernapasan, dan kondisi fisik Anda.

Tipe

Melansir Mayo Clinic, hipotensi dapat dibagi menjadi beberapa klasifikasi berbeda, yaitu:

  • Ortostatik
    Hipotensi ortostatik adalah penurunan tekanan darah yang paling umum terjadi pada segala usia. Biasanya, terjadi saat Anda beralih dari duduk atau berbaring ke berdiri
  • Postprandial
    Penurunan tekanan darah yang terjadi tepat setelah makan. Orang dewasa dan lansia, terutama mereka yang menderita penyakit parkinson, lebih mungkin mengalami hipotensi tipe ini
  • Neurally mediated
    Terjadi saat mengalami peristiwa yang mengganggu emosional dan setelah berdiri untuk waktu yang lama. Biasanya, lebih sering terjadi pada anak-anak
  • Severe
    Hipotensi severe berhubungan dengan syok. Hipotensi jenis ini dapat mengancam jiwa jika tidak segera ditangani

Gejala

Hipotensi dapat terjadi pada siapa saja. Namun, kondisi ini harus segera ditangani agar tidak menjadi hipotensi berkepanjangan yang bisa berbahaya.

Berdasarkan Healthline, berikut tanda-tanda atau gejala umum jika Anda mengalami hipotensi, antara lain:

  • Kelelahan
  • Pusing atau sakit kepala ringan
  • Mual
  • Penurunan kesadaran
  • Pandangan yang kabur
  • Kurang konsentrasi
  • Pingsan

Sedangkan, berdasarkan Mayo Clinic, mengalami hipotensi ekstrim dapat menandakan kondisi serius, berikut gejalanya:

  • Kebingungan, terutama pada orang tua
  • Kulit dingin, lembap, dan pucat
  • Napas cepat dan dangkal
  • Denyut nadi lemah dan cepat
  • Depresi

Gejala hipotensi yang ditujukan tubuh Anda akan bergantung dengan tingkat keparahan dan kondisi tubuh Anda.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved