Berita Flores Timur

Pengakuan Ketua Fraksi PAN DPRD Flotim : Sempat Disodorkan Amplop Tapi Dikembalikan

Pengakuan Ketua Fraksi PAN DPRD Flotim : Sempat Disodorkan Amplop Tapi Dikembalikan

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Ketua Fraksi PAN DPRD Flotim, Rofinus Baga Kabelen 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA- Kasus dugaan gratifikasi di tubuh lembaga DPRD Flores Timur (Flotim) yang dilaporkan ormas Koalisi Rakyat Bersatu Flores Timur (KRBF) ke Polres Flotim terus bergulir.

Meski wakil ketua DPRD Flotim, Yosep Paron Kanon dan Ketua Komisi C, Ignasius Uran mengaku menerima uang sebesar Rp.500.000 sebagai uang kompensasi makan minum saat rapat pembahasan ranperda pertanggungjawaban, namun Ketua Fraksi PAN, Rofinus Baga Kabelen mengaku menolak uang tersebut.

Menurut Rofinus, amplop berisi uang itu diberikan saat rapat pembahasan ranperda pertanggungjawaban. Namun, amplop tersebut ia kembalikan ke pimpinan DPRD, lantaran tidak mengetahui jelas sumber uang tersebut.

"Fraksi PAN sempat menolak dan saya sendiri yang kembalikan ke ruangan Ketua DPRD. Saya sempat tanya sumber uang itu, tapi tidak disampaikan. Soal jumlahnya saya juga tidak tahu, karena dalam amplop," ujarnya kepada wartawan, Senin 27 September 2021.

Baca juga: Tim 16 DPRD Flores Timur Minta Persolan Dana Covid-19 Diambilalih KPK

Ia mengatakan, selain tidak jelas sumber uang tersebut, ia juga mengaku menolak karena uang tersebut bukan menjadi haknya sebagai anggota DPRD.

"Kita sudah dihargai seadanya. Kami menerima kecuali hak kita. Asal usul uang juga tidak jelas. Soal kompensasi makam minum juga tidak disampaikan," katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Flores Timur (Flotim), Yosep Paron Kabon mengaku menerima sejumlah uang dari pemerintah pada momentum pembahasan Ranperda pertanggungjawaban Bupati Flores Timur. Meski demikian, menurut dia, uang tersebut merupakan uang kompensasi makan minum, bukan gratifikasi.

"Uang tersebut adalah kompenisasi makan minum. Karena saat itu tidak disiapkan makan minum sepanjang agenda pembahasan tersebut. Kompensasinya diuangkan. Tidak ada gratifikasi," ujarnya kepada wartawan, Kamis 23 Septembetr 2021.

Baca juga: DPRD Flores Timur Desak Pemerintah Kaji Ulang Aktivitas Galian C di DAS Konga

Ia menjelaskan, uang yang diterimanya itu sekitar dua bulan lalu, bukan saat polemik pembentukan pansus penelusuran penggunaan dana covid-19.

Uang sebesar Rp 500 ribu itu, kata dia, disalurkan melalui fraksi masing-masing.

"Uang itu tidak ada kaitan dengan Pansus atau rapat gabungan komisi. Saya kira jelas rumusan gratifikasi, ada pemberian dan juga ada hal-hal yang dipenuhi. Buktinya, semuanya berjalan normal di lembaga ini saat rapat gabungan komisi Keputusannya normal, yakni merekomendasikan ke BPK RI perwakilan NTT untuk lakukan audit investigasi," jelasnya.

"Uang Rp. 500 Ribu itu sebagai kompenisasi makan minum untuk beberapa hari rapat pembahasan ranperda pertanggungjawaban bupati. Bukan 1 hari uang makan minumnya Rp. 500 ribu. Tapi untuk beberapa hari
dan disalurkan melalui fraksi masing-masing. Disampaikan bahwa itu uang makan. Tidak ada permintaan khusus untuk kepentingan tertentu dan semua fraksi tau itu," tutupnya.

Ketua Komisi C, Ignasius Uran yang dikonfirmasi wartawan, Kamis 23 September 2021 mengaku menerima uang sebesar Rp. 500 ribu. Meski demikian, ia membantah jika uang itu merupakan uang gratifikasi.

"Saya memang sebagai salah satu anggota DPRD yang terima uang Rp 500 ribu. Katanya uang ganti makan minum saat rapat pembahasan LKPJ. Tidak ada gratifikasi," tegas Ignas.

Ia mengatakan, biaya makan minum rapat anggota DPRD biasanya disiapkan oleh badan keuangan daerah. Namun, saat rapat, anggaran tersebut tidak disiapkan. Sebagai kompensasi, lanjut dia, pihak keuangan memberikan uang sebesar Rp.500 ribu sebagai pengganti uang makan.

"Tidak ada hubungannya dengan pansus. Tidak ada gratifikasi untuk sebuah kebijakan. Tidak pernah ada lembaga ini menyetujui sebuah keputusan karena transaksi. Catat itu," tandasnya. (*)

Baca Berita Flores Timur Lainnya

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved