Breaking News:

DPRD Flores Timur Desak Pemerintah Kaji Ulang Aktivitas Galian C di DAS Konga

Warga Desa Konga, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur menolak aktivitas galian C oleh PT Talenta di wilayah itu. PT Talenta Jaya Retalindo me

Editor: Ferry Ndoen
istimewa
Ketua Komisi B, Rofinus Kabelen dan Sekretaris, Lambertus Nuho Baon saat meninjau lokasi DAS Konga 

DPRD Flotim Desak Pemerintah Kaji Ulang Aktivitas Galian C di DAS Konga

POS-KUPANG.COM,LARANTUKA -Warga Desa Konga, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur menolak aktivitas galian C oleh PT Talenta di wilayah itu. PT. Talenta Jaya Retalindo mendapat Izin Usaha Penambangan (IUP) melakukan galian golongan C sepanjang Daerah Aliran sungai (DAS) Konga sejak tahun 2006. Namun aktivitas itu berdampak pada kerusakan lahan warga hingga akses jalan menuju bendungan, gua maria dan lokasi bumi perkemahan terancam putus akibat longsor di pinggir DAS.

Menanggapi itu, Ketua Komisi B, Rofinus Baga Kabelen bersama Sekretaris, Lambertus Nuho Baon langsung meninjau lokasi DAS Konga Rabu (19/5/2021). Faktanya, PT. Talenta melakukan pengerukan material hingga ke badan bendungan yang menyebabkan longsod di pingiran sungai sampai hingga pelebaran sungai.

Ketua Komisi B, Rofinus Baga Kabelen mengatakan, lembaga DPRD mendukung rencana pemerintah dalam kerangka rencana pembangunan. Meski demikian, tidak boleh mempersulit atau menyusahkan masyarakat.

Dalam pembangunan, kajian keramahan lingkungan perlu diperhatikan agar tidak mengorbankan masyarakat setempat. 

"DPRD mendorong pemerintah untuk mengkaji kembali dengan melihat fakta di lapangan. Apakah semua klausul yang dituangkan dalam bentuk kerja sama atau perikatan menyangkut hak dan kewajiban sudah dipenuhi atau belum," ujar Rofin.

Jika ada hak dan kewajiban yang belum terpenuhi, kata dia, DPRD akan mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah konkrit agar hak dan kewajiban yang tertuang dalam dokumen kerjasama tersebut harus diselesaikan.

Baca juga: Gelombang Laut Tinggi, ASDP Bolok Kupang Tutup Sementara Pelayaran Kapal Untuk Sejumlah Lintasan

Baca juga: Penjelasan Kadis Kesehatan TTS Dokter Irene Terkait Lambatnya Realisasi Vaksinasi di TTS

"Tahapan-tahapan perlu diikuti secara baik, sehingga tuntutan warga Desa Konga untuk menghentikan proses pengerukan dengan dampak-dampak yang disampaikan itu perlu diperhatikan secara baik, sehingga efek ikutan bisa diantisipasi," katanya.

"Dari hasil pantauan kami, aktivitas galian itu sudah dibatas bendungan, maka sudah ada langkah-langkah yang keluar dari komitmen tersebut," sambungnya.

Sementara Sekretaris Komisi B, Lambertus Nuho Baon mengatakan dari fakta lapangan setelah bersama dinas lingkungan hidup dan pemerintah desa Konga meninjau lokasi, pihaknya menemukan sejumlah fakta yang cukup miris.

Baca juga: Rampas Sepeda Motor di Kota Kupang, Terduga Pelaku Dibekuk di Kabupaten TTS

Baca juga: Guna Temukan HP Korban Pembunuhan Marsela Bahas, Polisi Turunkan Anggota Brimob

"Lingkungan sekitar bendungan sudah hancur, baik dari tinjauan lapangan yang dilakukan dan keterangan yang disampaikan masyarakat dan Pemdes Konga, PT. Talenta sudah melanggar perjanjian dan ijin yang diberikan," ujarnya. 

Komisi B akan meminta pemerintah melalui dinas terkait untuk melakukan kajian kembali dan merekomendasikan pemerintah mengkaji perjanjian yang sudah dilakukan.

"Ini sangat berdampak luas. Kerusakan bendungan semakin parah. Dan, jika rusak maka Desa Konga sebagai salah satu titik lumbung pangan daerah akan menjadi sia-sia, persawahan dan usaha pertanian lainnya akan lumpuh," tegasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ika Keda)
 

Ketua Komisi B, Rofinus Kabelen dan Sekretaris, Lambertus Nuho Baon saat meninjau lokasi DAS Konga
Ketua Komisi B, Rofinus Kabelen dan Sekretaris, Lambertus Nuho Baon saat meninjau lokasi DAS Konga (istimewa)
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved