Breaking News:

Berita Kota Kupang

Vaksinasi Covid-19 Tahap 2 di Rujab Ketua DPRD NTT Masyarakat Diberikan Pelayanan Ekslusif

Vaksinasi Covid-19 Tahap 2 di Rujab Ketua DPRD NTT Masyarakat Diberikan pelayanan Ekslusif.

POS-KUPANG.COM/NOVEMY LEO
Komunitas Intim Basket Ball Club Kupang dalam kegiatan vaksinasi Covid-19 tahap 2 di Rumah Jabatan Ketua DPRD NTT, Emi Nomleni, Sabtu (26/9/2021) siang. 

"Bahkan ada peserta vaksin tahap 2 yang sebenarnya tidak melakukan vaksinasi tahap 1 disini. Tapi tetap kami layani karena mereka kesulitan mengikuti vaksin tahap 2 di tempat lain," kata Emi.

Sedangkan sebanyak 160 peserta yang menjalani vaksin tahap 1, jelas emi, adalah para pelajar SMP dan SMA juga sebagian mereka yang 'tercecer' sebab sulit melakukan vasinasi tahap 1 di tempat lain.        

"Vaksin pertama ini untuk masyarakat yang sama sekali tak dapat akses di tempat lain. Kami mencari dan menghubungi mereka dan jika mereka mau maka mereka melakukan vaksin disini," kata Emi.

Terkait pelayanan 'ekstra' atau ekslusif yang diberikan kepada peserta vaksin hari itu, kata Emi, hal itu dilakukan agar bisa membuat masyarakat menjadi nyaman dalam proses vaksin.

Selain itu, pihaknya juga ingin berbagi kasih dengan melakukan pelayanan ekslusif kepada masyarakat peserta vaksin.     

Kegiatan vaksinasi Covid-19 tahap 2 di Rumah Jabatan Ketua DPRD NTT, Emi Nomleni, Sabtu (26/9/2021) siang.
Kegiatan vaksinasi Covid-19 tahap 2 di Rumah Jabatan Ketua DPRD NTT, Emi Nomleni, Sabtu (26/9/2021) siang. (POS-KUPANG.COM/NOVEMY LEO)

"Masyarakat yang kita anggap tercecer harus mendapat kesempatanan untuk terlayani dengan baik. Pelayanan ekstra atau pelayanan ekslusif sebenarnya tidak hanya untuk orang yang ekslusif, tapi pelayanan ekslusif itu juga menjadi hak dari orang-orang yang selama ini dianggap sebagai orang biasa dan sekarang kami melakukannya," kata Emi.

Emi mengatakan, kedepan pihaknya juga akan mengakomodir masyarakat yang tidak bisa melakukan vaksinasi di tempat lain karena ketiadaan identitas seperti kartu tanda penduduk atau KTP.

Untuk itu pihaknya nanti akan berkordinasi dan berkoloborasi dengan pihak terkait seperti dispenduk untuk bisa memberikan pelayanan vaksin kepada masyarakat dimaksud.

"Mungkin masyarakat yang tak punya KTP itu bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19 sekaligus bisa mendapatkan KTP. Nanti akan kami kordinasikan," janji Emi.  

Sebab, jika akhirnya masyarakat dimaksud tidak bisa divaksin karena alasan tak punya KTP maka tentu hal ini sangat memrihatinkan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved