Sabtu, 2 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Jumat 23 September 2021: Mengenal Yesus

Segala sesuatu di dalam dunia ini adalah misteri. Tak mungkin disingkap, digarap tuntas, dan dimengerti. Tak terkecuali diri kita manusia.

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
RD. Fransiskus Aliandu 

Renungan Harian Katolik Jumat 23 September 2021: Mengenal Yesus (Lukas 9:18-22)

Oleh: RD. Fransiskus Aliandu

POS-KUPANG.COM - Segala sesuatu di dalam dunia ini adalah misteri. Tak mungkin disingkap, digarap tuntas, dan dimengerti. Tak terkecuali diri kita manusia.

Jangankan orang lain yang terkadang salah memahami, kita sendiri pun tak bisa mengenal dan mengerti sepenuhnya diri kita sendiri. Tak heran filsuf bilang manusia adalah sebuah misteri. 

Kita coba mengerti dari sisi kedokteran. Untuk tubuh kita yang tak lebih dari dua meter tinggi dan semeter lebarnya, didekati dan dipelajari oleh begitu banyak spesialis dan sub spesialis. Ada spesialis mata, THT, mulut dan gigi, paru, jantung, internis, urolog, kandungan, kulit dan kelamin. Belum lagi untuk bagian syaraf, kejiwaan, dan sebagainya. 

Untuk mendiagnosa, sang spesialis pun masih membutuhkan hasil labor, foto rontgent, CT San, atau MRI. Itu pun kadang kala belum membuatnya bisa mendeteksi apa yang terjadi pada organ yang menjadi spesialisasinya. 

Dalam hidup bersama, meski sudah sekian lama menjalani kebersamaan tiap hari, tetap saja belum bisa membuat orang mengenal sesamanya sepenuhnya. Terkadang orang terkejut karena kemudian muncul sesuatu yang tak diketahui sebelumnya. 

Injil membeberkan bermacam-macam kegiatan dan pengajaran Yesus. Ia melakukan banyak perbuatan dan disaksikan secara langsung oleh orang-orang, terlebih mereka yang mengikuti-Nya. 

Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 23 September 2021: Rasa Cemas

Namun ditampilkan pula kisah adanya beragam anggapan dan pengenalan akan pribadi Yesus. 

Saat Yesus bertanya, "kata orang banyak, siapakah Aku ini?", terungkap bahwa ada yang beranggapan bahwa Dia adalah Yohanes Pembaptis, ada yang mengatakan Dia itu Elia, dan ada pula yang menyebut-Nya seorang dari nabi-nabi dahulu yang telah bangkit (Luk 9:18-19). 

Yesus dianggap sebagai Yohanes Pembaptis, yakni tokoh yang mengajak untuk hidup lurus. Dia dipandang sebagai Elia atau nabi-nabi tempo dulu yang menyampaikan suara Tuhan yang memberi harapan bahwa Allah akan datang dan membebaskan manusia dari penindasan apa pun. 

Dengan begitu, Yesus pun tetap misteri yang mesti terus didekati dan digali agar bisa lebih mengenal dan memahaminya dengan benar. 

Yesus tetap membuka diri dan membeberkan diri-Nya agar para murid-Nya, termasuk kita, mengenal dan mengimani-Nya. 

Kita tentu memiliki harapan, keinginan, kebutuhan, cita-cita dalam hidup. Kita pun berharap, apa yang menjadi keinginan dan cita-cita kita tercapai. Kita bermohon agar dengan mengikuti-Nya, Dia bisa menjawabi harapan, kebutuhan, dan cita-cita kita. 

Tapi de facto tak jarang apa yang kita mohonkan kepada-Nya, seakan tak terkabulkan. Malah mungkin saja kita justru dikecewakan karena kita justru menderita karena menjadi murid-Nya. Barangkali kita malah merasa apa yang menjadi harapan dan kebutuhan kita justru (bisa) dipenuhi oleh pihak lain. 

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 22 September 2021: Relasi

Banyak murid meninggalkan Dia karena merasa Dia tak seperti yang diharapkan. Ada banyak yang tergoncang imannya karena sakit yang dideritanya tak tersembuhkan. Ada yang pergi dari-Nya agar bisa mendapatkan jodoh, jabatan, atau pun keuntungan lain. 

Hidup iman, kita hayati antara lain, dengan menjalankan segala perintah dan larangan; menerapkan aturan dan pelbagai ketentuan. Semua itu bertujuan agar jalan hidup kita benar dan kita sungguh menjadi murid yang mengikuti Dia dalam arti sesungguhnya. Hidup menurut pola dan gaya-Nya. 

Tapi sangat boleh jadi segala ketentuan itu dijalankan hanya sebatas kewajiban, demi tertib dan indah. Bisa saja semua itu pun menjadi penghalang orang untuk lebih mengenal Dia dengan lebih baik. 

Maka, pertanyaan-Nya terhadap para murid, "Menurut kamu, siapakah Aku ini?", sesungguhnya merupakan sentilan yang mengajak kita untuk terus dan terus mengenal Dia sepenuhnya dan mengimaninya dalam segala situasi dan peristiwa yang kita alami. 

Petrus memberi jawabannya yang pribadi kepada Yesus, "Engkaulah Mesias dari Allah". Yesus sendiri menyuarakan bahwa Dia adalah "Anak Manusia yang menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga" (Luk 9:22). 

Kitab Daniel (7:13) menggambarkan sosok Anak Manusia yang datang dari kalangan manusia untuk menerima kuasa dari atas sana. Sedangkan, Mesias berkebalikan arahnya. Ia membawa kuasa dari atas sana ke dunia. 

Yesus menggunakan gambaran "Anak Manusia" untuk menegaskan bahwa Ia memang manusia, menjadi manusia; tetapi Ia menerima kuasa dari Bapa-Nya dan kuasa yang diterima-Nya itu dijalankannya untuk menanggung penderitaan sampai dinaikkan di salib, agar manusia diselamatkan. Oleh kuasa itu pula Ia bangkit. 

Dengan begitu, kita harus mampu mengenal Dia sebagai Anak Manusia yang mempunyai kuasa dari Allah dan dengan kuasa itu Ia menyelamatkan kita. Pengenalan ini akan membuat kita tetap mengimani Dia, meski kita merasa seakan harapan, keinginan, cita-cita kita tak terkabulkan. Karena mana mungkin Ia mengabaikan kita? 

Kita justru harus melihat lebih jauh bahwa Ia sebenarnya menyerahkan diri-Nya dengan pengorbanan yang tak ada tandingannya agar harapan dan cita-cita yang paling luhur, yakni keselamatan itu terpenuhi. 

Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 20 September 2021: Terang Dunia

Dalam garis ini pun, Ia mengarahkan kita bahwa harapan, keinginan, cita-cita hanyalah sementara, bisa juga dibilang fatamorgana atau pantulan terpatah dari cita-cita yang lebih luhur. 

Pun segala sarana seperti pelbagai ketentuan, kebijakan yang diterapkan atau dijalankan; semestinya bermuara pada yang paling luhur dan mulia. *

Teks Lengkap Bacaan Renungan Katolik 24 September 2021:

Ilustrasi bacaan renungan harian Katolik dari Alkitab.
Ilustrasi bacaan renungan harian Katolik dari Alkitab. (POS-KUPANG.COM/AGUSTINUS SAPE)

Bacaan I : Hagai 2:1b-10

Sedikit waktu lagi maka Aku akan memenuhi rumah ini dengan kemegahan

Pada tahun kedua pemerintahan Raja Darius, pada tanggal 21 bulan ketujuh, datanglah sabda Tuhan dengan perantaraan Nabi Hagai, bunyinya, “Katakanlah kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, dan kepada sisa bangsa Israel, demikian, “Masih adakah di antara kalian yang dahulu melihat rumah Tuhan dalam kemegahannya yang semula?

Dan bagaimanakah kalian lihat keadaannya sekarang? Bukankah keadaannya yang sekarang kamu katakan sama sekali tidak berarti?

Tetapi sekarang kuatkanlah hatimu, hai Zerubabel, demikianlah sabda Tuhan, kuatkanlah hatimu, hai Yosua bin Yozadak, imam besar.

Kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikianlah sabda Tuhan.

Bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kalian,” demikianlah sabda Tuhan semesta alam, “sesuai dengan janji yang telah Kuikat dengan kalian pada waktu kalian keluar dari Mesir.

Dan Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut!”

Dan beginilah sabda Tuhan semesta alam, “Sedikit waktu lagi Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat.

Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga harta benda semua bangsa datang mengalir.

Maka Aku akan memenuhi rumah ini dengan kemegahan. Sebab milik-Kulah perak dan emas, demikianlah sabda Tuhan semesta alam.

Maka kemegahan rumah ini nanti akan melebihi kemegahannya yang semula, sabda Tuhan semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera.”

Demikianlah Sabda Tuhan

Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan: 43:1.2.3.4

Refr.: Berharap dan bersyukurlah kepada Allah, penolong kita

  • Berikanlah keadilan kepadaku, ya Allah, dan perjuangkanlah perkaraku terhadap kaum yang tidak saleh! Luputkanlah aku dari penipu dan orang curang!
  • Sebab Engkaulah Allah tempat pengungsianku. Mengapa Engkau membuang aku? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh?
  • Suruhlah terang dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun, dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!
  • Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah sukacita dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku!

Bacaan Injil: Lukas 9:19-22

Engkaulah Kristus dari Allah. Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan

Jawab mereka: “Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.”

Yesus bertanya kepada mereka: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?”

Jawab Petrus: “Mesias dari Allah.”

Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun.

Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”

Demikianlah Injil Tuhan

Terpujilah Kristus

Renungan Harian Katolik lainnya

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved