Opini Pos Kupang

Kusapa Saudara

Segala yang ada di sekitarku bisa dijamah dan ada yang tak bisa dijamah tapi dirasa dan menjamahku dengan caranya yang unik

Editor: Kanis Jehola
Dok Pos-Kupang.Com
Logo Pos Kupang 

Namun sayangnya dunia kini masih diliputi oleh peperangan dan aneka bencana. Semesta membisu menyaksikan sandiwara konyol ini. Menahan pedih tak tertahankan menembusi relung hati terdalam.

Dari fenomena ini manusia disadarkan untuk belajar menghargai perbedaan dan keberagaman menjadi berkat sejuk bagi sesama yang lain. Peperangan itu sebenarnya sedang melakonkan tanda ketidakmatangan emosional dan kegagalan menginternalisasikan nilai-nilai kemanusiaan.

Di sini saya berani mengatakan peperangan itu adalah sandiwara konyol yang tak perlu terjadi. Manusia belum mampu melihat sesama sebagai saudara yang Tuhan titipkan untuk sama-sama menata dunia ini lebih baik dan indah.

Namun sayangnya segalanya tidak semuda yang diharapkan. Pertumpahan darah mengalir tiada henti. Hati manusia membatu di tengah semesta. Rasa humanisme tidak ada lagi. Yang ada hanyalah rakus, egois dan tamak akan segala tawaran nikmat dunia.

Berikut sedikit tawaran sederhana untuk menjadikan semesta sebagai rumah yang layak dihuni: Pertama, bersahabatlah dengan segala ciptaan yang ada dan sapalah mereka sebagai saudara-saudarimu. Dengan demikian keterikatan relasi yang harmonis diantara segala makluk berjalan sebagaimana ada pada mulanya.

Kedua: Jika ada hal-hal yang tidak beres demi kepentingan umum hendaklah dikomunikasikan secara baik dan benar. Artinya menjadikan komunikasi sebagai wadah untuk menemukan jalan keluar.

Jangan angkat senjata dan tunjukkan kehebatan kepada yang lain. Tetap syukuri segala talenta yang Tuhan titipkan itu dan jadikanlah alat untuk menolong sesama di sekitar sesuai kebutuhan. Dengan demikian manusia boleh menggapai rindu terdalamnya. Itu sangat mulia.

Ketiga: Hargailah perbedaan yang ada sebagai kekayaan untuk menata dunia ini menjadi lebih indah. Saling menerima satu sama lain dan rasa memiliki adalah membiarkan sesuatu yang baru tergores dalam sejarah hidup manusia. Artinya manusia tidak membatasi diri hanya pada satu realitas saja tetapi terus berusaha untuk menerima yang lain demi kemajuan keutuhan diri yang mantap.

Segala yang ada di sekitar ini adalah saudara kita. Mari menjadikan semesta ini indah seperti yang dulu lagi. Sapalah segalanya dengan hangat sapaan, saudara dan saudari. Sehingga mereka tahu kita tidak berjalan sendirian di tengah semesta yang maha luas ini.

Segalanya telah ada oleh Tuhan untuk semua makluk. Mari berjalan bersama sebagai saudara dan saudari menuju dermaga bahagia. Paradise adalah tempat akhir dari seluruh ziarah hidup manusia. Berjalanlah hingga menggapaiNya. (*)

Baca Opini Pos Kupang Lainnya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved