Berita Manggarai
Reok Barat Kabupaten Manggarai Dilanda Kekeringan, Petani Mengeluh Ternak Kurus
saat ini terjadi puncak kemarau di wilayah desa itu. Meski demikian, terkait kerawanan pangan belum ada laporan.
Penulis: Robert Ropo | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo
POS-KUPANG.COM, RUTENG--Saat ini puncak musim kemarau, meski demikian masih terjadi hujan di sejumlah wilayah di Kabupaten Manggarai.
Namun khusus di wilayah Kecamatan Reok Barat, dampak kekeringan dirasakan oleh masyarakat.
Camat Reok Barat, Quintus Nang, menyampaikan itu kepada POS-KUPANG.COM, melalui sambungan telepon, Kamis 23 September 2021.
Quintus mengatakan, musim kemarau saat ini meskipun di wilayah lain di Kabupaten Manggarai turun hujan, namun di wilayah Kecamatan Reok Barat yang meliputi sepuluh desa jarang terjadi hujan disaat musim kemarau.
Akibatnya dampak kekeringanpun dialami masyarakat di wilayah itu.
Baca juga: Tim Peneliti Temukan Empat Kawasan Agrowisata di Kabupaten Manggarai Jadi Pilot Project
Adapun kesepuluh desa di wilayah Reok Barat yakni Desa Sambi, Lante, Kajong, Nggalak, Toe, Rura, Loce, Torong Joe, Paralando dan Desa Lematang.
"Kalau di Ruteng, Satar Mese sering terjadi hujan sampai terjadi bencana seperti tanah longsor meskipun saat ini puncak kemarau. Tapi di Reok Barat ini kurang sekali hujan, sehingga ada kekeringan, gara-gara hujan terlambat begini,"ungkapnya.
Quintus mengatakan, akibat jarang terjadi hujan, rumput-rumput dan pohon-pohon daunnya berguguran. Sehingga terancam bagi peternakan warga.
Ketika ditanya terkait dampak kemarau panjang itu, apakah ada warga yang mengeluh tidak ada ketersediaan pangan, kata Quintus, belum ada keluhan masyarakat terkait kekurangan pangan.
Baca juga: KASAL Pantau Vaksinasi di Lanal Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat
"Sepanjang pantauan saya, tidak ada keluhan, saya rasa aman-aman saja stok untuk pangan. Tapi berpotensi jika musim kemarau berkepanjangan atau belum turun hujan pasti terdampak stok pangan menipis dan juga ternak-ternak pasti terdampak akibat ketersediaan pakan berkurang, karena rumput-rumput yang menjadi pakan mati,"ungkapnya.
Kepala Desa Loce, Kecamatan Reok Barat, Fabianus Song, ketika dihubungi POS-KUPANG.COM, melalui sambungan telepon, juga membenarkan terkait kekeringan di wilayah desanya.
Fabianus mengatakan, di Desa Loce, 99 persen sumber pendapatan dari tanaman komoditi seperti kemiri, coklat (kakao), porang dan kopi.
Sedangkan tidak ada atau nol persen untuk daerah persawahan padi.
Kata dia, saat ini terjadi puncak kemarau di wilayah desa itu. Meski demikian, terkait kerawanan pangan belum ada laporan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/camat-reok-barat-quintus-nang.jpg)