Selasa, 28 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Selasa 21 September 2021, Pesta Santo Matius: Tulisan Kasih

Murid-murid Yesus berasal dari berbagai lapisan sosial. Mereka memilik pekerjaan dan gaya hidup sendiri. Rakyat jelata dan pegawai, miskin dan kaya

Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
Pater Steph Tupeng Witin SVD 

Yesus mengatakan, "Bukan orang sehat yang memerlukan dokter, melainkan orang sakit. Aku datang bukan untuk memanggil orang saleh, melainkan orang berdosa" (Mat 9:12).

Ketika mendengar panggilan Yesus, Matius segera bangun dan mengikuti Yesus. Ia meninggalkan dunia lamanya: seluruh hartanya yang banyak itu, keluarganya.

Dengan rela penuh harapan, Matius memulai suatu hidup baru bersama Yesus dan murid-murid lain.

Matius menghidupi semangat kemiskinan dan pelayanan. Terutama, cinta dan iman-kepercayaan kepada Yesus.

Para ahli membuktikan bahwa Matius seorang terpelajar. Ia dapat berbicara dan menulis dalam bahasa Yunani dan Aramik, suatu dialek bahasa Ibrani.

Menurut tradisi lisan purba, setelah Yesus naik ke surga, Matius mewartakan Injil dan berkarya di tengah kaum sebangsanya: orang-orang Kristen keturunan Yahudi di Palestina atau Siria selama kira-kira 15 tahun.

Selama itulah ia menulis Injilnya yang berisi pengajaran agama dan kesaksian tentang Yesus kepada orang-orang Kristen keturunan Yahudi.

Injilnya ditulis kira-kira antara tahun 50-65. Melalui Injilnya, Matius menegaskan bahwa Yesus dari Nazareth itu benar-benar Mesias yang dijanjikan Allah dan dinubuatkan para nabi dalam Perjanjian Lama.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 13 September 2021: Iman Orang Asing

la membuka Injilnya dengan membeberkan silsilah Yesus Kristus mulai dari Abraham sampai Maria yang melahirkan Yesus.

Silsilah itu menunjukkan sisi kemanusiaan Yesus dan posisinya sebagai Penyelamat yang dijanjikan Allah sekaligus menggenapi nubuat para nabi.

Setelah menuliskan Injilnya, Matius mewartakan Injil ke Masedonia, Mesir, Etiopia dan Persia. Mateus mati sebagai martir di Persia. (www.imankatolik.or.id).

Tuhan memilih Matius dengan profesi pencatat bea cukai bangsa Romawi. Matius mewartakan Injil sebagai penulis.

Kita mesti berpartisipasi dalam karya keselamatan. Para jurnalis dan penulis setia mewartakan kebenaran dan kebaikan.

Tiap kita mengambil peran dengan latar belakang kita masing-masing untuk menghadirkan “dunia” yang damai dan adem.

Tuhan mengutamakan belas kasihan, bukan persembahan (Mat 9:13). Kita mesti menjadikan hidup kita “tulisan kasih” melalui tindakan konkret kepada sesama, terutama yang kecil, tertindas dan terpinggirkan dalam badai persaingan sosial, politik, ekonomi dan sebagainya.

Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved