Perancis Merasa Dihianati Australia Hingga Tarik Duta Besar di Canberra, Soal Kapal Selam Nuklir
Hubungan Perancis dan Australia memanas dalam beberapa hari terakhir. Padahal kedua negara itu sedang menghadapi musu yang sama yaitu China
Penulis: Alfred Dama | Editor: Alfred Dama
POS KUPANG.COM -- Hubungan Perancis dan Australia memanas dalam beberapa hari terakhir. Padahal kedua negara itu sedang menghadapi musu yang sama yaitu China
Perancis merasa sahabat di Pasifik itu berkhianat hingga harus memanggil duta besarnya di Canberra
Persoalan seputra Australia yang memutuskan kontrak denhgan perancis soal pembelia kapal selam
Negeri Kangurus itu kini membangi kapal selam nuklir bekerjasama dengan Inggris dan Amerika Serikat
Baca juga: Dari Arsip 1999: Penjaga Perdamaian Australia Mengamankan Dili, Timor Leste
Bahkan perancis juga memanggil pulang duta besarnya di Amerika Serikat imbas dari kerjasama Australia, Inggris dan Amerika Serikat
Dikutip dari Euronws, Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan pada hari Minggu bahwa tidak menyesal memutuskan kontrak dengan Prancis untuk memasok kapal selam demi kesepakatan dengan Amerika Serikat.
Langkah tiba-tiba itu membuat marah Prancis dan mendorong Paris untuk menarik duta besarnya untuk Canberra dan Washington.
Morrison mengatakan Australia telah menandai keraguan atas kapal selam Prancis beberapa bulan lalu, dan bahwa kapal nuklir AS akan melayani kepentingannya dengan lebih baik di kawasan Indo-Pasifik.
Baca juga: Australia Beli 8 Kapal Selam Nuklir , Pemerintah Indonesia Beri Peringatan Krim 5 Pernyataan Sikap
“Kami membentuk pandangan bahwa kemampuan kapal selam kelas serang (mereka) akan memberikan bukanlah apa yang dibutuhkan Australia untuk melindungi kepentingan kedaulatan kami,” tambah Morrison.
Prancis telah menandatangani kontrak pada tahun 2016 untuk selusin kapal selam diesel-listrik konvensional dan pekerjaan untuk membuatnya sudah berlangsung.
Kesepakatan dengan Naval Group milik negara mayoritas Prancis bernilai setidaknya €56 miliar.
Tarik Duta Besar
Prancis menarik duta besarnya untuk AS dan Australia pada hari Sabtu, dalam apa yang dikatakan para pejabat bukanlah reaksi terhadap hilangnya kontrak tetapi pengkhianatan kepercayaan yang lebih luas.
Baca juga: Ternyata Ini Alasan Soeharto Caplok Timor Leste Hingga Bikin Australia Ketar-ketir
"Ini sangat simbolis," kata Jean Yves Le Drian , Menteri Luar Negeri Prancis dalam sebuah wawancara TV. "Ada kebohongan, ada duplikasi, ada pelanggaran besar kepercayaan dan ada penghinaan, jadi hal-hal tidak berjalan baik di antara kami, tidak sama sekali. Itu berarti ada krisis."
Canberra 'menyesali' pertikaian diplomatik dengan Prancis
Kantor menteri luar negeri Australia, Marise Payne, sebelumnya telah mengeluarkan pernyataan yang mengungkapkan "penyesalan" Canberra atas penarikan duta besarnya dari Prancis.
Ia menambahkan: “Australia memahami kekecewaan mendalam Prancis dengan keputusan kami, yang diambil sesuai dengan kepentingan keamanan nasional kami yang jelas dan dikomunikasikan.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/perdana-menteri-australia-scot-morisan-01.jpg)