Breaking News:

Berita NTT

LLDIKTI XV Gelar Workshop Pengajuan Usulan dan Pencairan Beasiswa KIPK dan Bidikmisi

LLDIKTI XV Kupang Gelar Workshop Pengajuan Usulan dan Pencairan Beasiswa KIPK dan Beasiswa Bidikmisi

Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Kegiatan Workshop Pengajuan Usulan dan Pencairan Beasiswa KIPK dan Bidikmisi on Going Tahun Anggaran 2021 Bagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Lingkungan LLDIKTI Wilayah XV 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi ( LLDIKTI) Wilayah XV menggelar Workshop Pengajuan Usulan dan Pencairan Beasiswa KIPK dan Bidikmisi on Going Tahun Anggaran 2021 Bagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Lingkungan LLDIKTI Wilayah XV selama 3 hari sejak tanggal 16 - 18 September 2021.

Tujuan kegiatan tersebut adalah melakukan sosialisasi kepada Perguruan Tinggi terkait sistem penyaluran beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) tahun Anggaran 2021, membangun pemahaman bersama tentang Prosedur Pengajuan Usulan beasiswa KIPK dan Bidikmisi on going Tahun 2021, mengajukan proses Pencairan Beasiswa KIPK dan Bidikmisi on going Tahun Anggaran 2021 bagi PTS yang memenuhi syarat penerima dan menemukan solusi terhadap kendala yang dihadapi terkait penyaluran beasiswa KIP kuliah dan Bidikmisi.

Peserta kegiatan workshop sebanyak 66 orang dari 56 PTS dan LLDIKTI Wilayah XV.

Workshop dilaksanakan secara partisipatif dengan mekanisme kegiatan pola blended yakni pertemuan tatap muka (luring) bagi pengelola KIPK/Bidikmisi di wilayah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang sedangkan untuk pengelola PTS di luar wilayah tersebut dilaksanakan secara daring.

Ketua Pokja Kemahasiswaan / Pengelola Beasiswa KIP Kuliah dan Bantuan UKT LLDIKTI Wilayah XV, Benediktus Gaya, S.Pd, M.M, mengatakan, penerima KIPK adalah mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik namun tidak mampu secara ekonomi, dibuktikan dengan kepemilikan kartu KIP dan orangtuanya merupakan penerima Program Keluarga Harapan (PKH), juga termasuk dalam data terpadu kesejahteraan sosial.

"Selain itu juga bagi mahasiswa yang difabel," kata Beni.

Sementara untuk uang kuliah tunggal (UKT), penerimanya adalah mahasiswa dari daerah bencana atau mahasiswa yang orangtuanya terkenda dampak langsung dari Covid misalnya di-PHK.

Pola perekrutan yang digunakan adalah mahasiwa bisa mendaftar secara mandiri di website simkipkuliah.kemdikbud.go.id. Selain itu bisa melalui pendaftaran by system oleh Perguruan Tinggi.

Sumber dana KIP Kuliah berasal dari Puslapdik Kemendikbud Ristek RI dengan besaran untuk PTS yang prodinya terakreditasi A sebesar Rp. 8 - 12 juta per semester, prodi terakreditasi B sebesar Rp 4 juta per semester dan prodi terakreditasi C sebesar Rp 2.4 juta per semester yang langsung di transfer ke rekening perguruan tinggi.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved