Tips sehat
Kejang, Anemia dan Urine Berdarah,Waspada Gejala Penyakit Gagal Ginjal Kronis, Ini Cara Mengobatinya
Kejang, Anemia dan Pembengkakan Tungkai, Waspada Gejala Penyakit Gagal Ginjal Kronis, ini cara mengobatinya
Kejang, Anemia dan Pembengkakan Tungkai,Waspada Gejala Penyakit Gagal Ginjal Kronis, Ini Cara Mengobatinya
POS-KUPANG.COM- Kenali gejala penyakit Gagal Ginjal Kronis.
Kejang, anemia dan pembengkakan tungkai merupakan beberapa gejala Penyakit Gagal Ginjal Kronis yang patut diwaspadai.
Gagal Ginjal Kronis memasuki tahap bahaya jia sudah terjadi komplikasi.
Salah satu tanda penyakit Gaga Ginjal kronis sudah komplikasi yakni penumpukan kelebihan cairan di rongga tubuh, misalnya edema paru atau asites.
Baca juga: Waspada Gejala Penyakit Gagal Ginjal, Awas jika Sudah Muncul 5 Tanda ini, Bisa Berakibat Fatal
Selain itu, terjadi kerusakan syaraf yang mengakibatkan penderitanya menderita kejang.
Penyakit ginjal kronis (PGK) atau gagal ginjal kronis (GGK) adalah kondisi saat fungsi ginjal menurun secara bertahap karena kerusakan ginjal.
Dikutp dari Alodokter, gagal ginjal kronis didefinisikan sebagai penurunan laju penyaringan atau filtrasi ginjal selama 3 bulan atau lebih.
Ginjal berfungsi menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah sebelum dibuang melalui cairan urine. Setiap hari, kedua ginjal menyaring sekitar 120-150 liter darah, dan menghasilkan sekitar 1-2 liter urine.
Baca juga: Telapak Kaki Kesemutan dan Terasa Seperti Terbakar Gejala Penyakit Ginjal Kronis, Penyakit Lainnya?
Di dalam setiap ginjal, terdapat unit penyaring atau nefron yang terdiri dari glomerulus dan tubulus.
Glomerulus menyaring cairan dan limbah untuk dikeluarkan, serta mencegah keluarnya sel darah dan molekul besar yang berbentuk protein.
Selanjutnya, saat darah melewati unit penyaring tubulus, mineral yang dibutuhkan tubuh disaring kembali sedangkan sisanya dibuang sebagai limbah.
Selain menyaring limbah dan kelebihan cairan, fungsi ginjal lain yang penting dalam tubuh, di antaranya:
Menghasilkan enzim renin yang menjaga tekanan darah dan kadar garam dalam tubuh tetap normal.
Membuat hormon eritropoietin yang merangsang sumsum tulang memproduksi sel darah merah.
Memproduksi vitamin Ddalam bentuk aktif yang menjaga kesehatan tulang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ilustrasi-ginjal_002.jpg)