Berita Lembata

Thomas Ola Langoday Dilantik Jadi Bupati Lembata, Ini 4 Prioritas Kebijakan di Sisa Masa Jabatannya

Thomas Ola Langoday Dilantik Jadi Bupati Lembata, Ini Empat Prioritas Kebijakan di Sisa Masa Jabatannya

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Ricko Wawo
Thomas Ola Langoday akan dilantik menjadi Bupati Lembata definitif pada Kamis, 16 September 2021 besok. Mantan dosen Unwira Kupang ini akan memimpin di sisa masa jabatannya selama kurang lebih sembilan bulan. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA-Thomas Ola Langoday akan dilantik menjadi Bupati Lembata definitif pada Kamis, 16 September 2021 besok. Mantan dosen Unwira Kupang ini akan memimpin di sisa masa jabatannya selama kurang lebih sembilan bulan.

Sebelumnya, kepada wartawan di Rumah Sakit Damian Lewoleba, Rabu, 21 Juli 2021 yang lalu, Thomas Ola Langoday secara tegas mengungkap empat kebijakan prioritas dirinya selama kurang lebih sembilan bulan jadi pucuk pimpinan pemerintahan di Lembata sebelum masa jabatannya selesai.

Pertama, Penataan Birokrasi.  Thomas Ola Langoday menegaskan penataan birokrasi di lingkup Pemda Lembata adalah wajib dilakukan. 

"Kekuatan pencapaian visi misi itu ada di birokrasi. Cepat atau lambat, itu (penataan birokrasi) pasti," tegasnya usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Rumah Sakit Damian Lewoleba.

Baca juga: Thomas Ola Langoday Siap Dilantik Jadi Bupati Lembata

Dia berujar penataan birokrasi bisa dilakukan menyeluruh mulai dari eselon empat, tiga dan dua.  Katanya, tidak boleh ada struktur dalam pemerintahan yang kosong karena kekuatan kinerja ada di struktur birokrasi.

"Ketika ada satu struktur lowong, kita tidak bisa menilai yang ada di atas lagi. Penataan birokrasi nomor satu," tandasnya.

Dia menegaskan dirinya akan menghidupkan kembali Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) yang selama ini dinilainya mati suri.

"Saya akan hidupkan kembali peran para asisten sehingga Sekda bisa leluasa. Dan Sekda jadi tukang masak yang paling ahli di situ. Keputusan terakhir ada di saya. Tapi mereka yang harus mengelola semua ini," paparnya.

Baca juga: Thomas Ola Langoday Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Kecamatan Nagawutung Lembata

Masih dalam urusan penataan birokrasi,  Langoday menyebutkan dirinya akan menata birokrasi secara objektif tanpa ada tendensi dan kepentingan apapun, jadi dia akan menjadikan Daftar Urut Kepangkatan (DUK) Pegawai Negeri Sipil sebagai pertimbangan menata birokrasi.

"Yang kemarin dibuang, di-nonjobkan, saya akan minta Sekda panggil pulang. Mari kita lihat orang dari segi positifnya. Yang dinonjobkan dirangkul kembali," pesannya.

Kedua, Mengatasi Kelangkaan BBM di Lembata. Mengatasi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang selama ini terjadi di Lembata jadi prioritas kebijakan yang ingin Wabup Langoday tuntaskan. "Pasokan BBM harus lancar," tegasnya.

Wabup Langoday juga memberi sinyal akan memberikan izin operasi kapal transportasi SPOB Sembilan Pilar yang didatangkan oleh PT Hikam yang selama ini terkatung-katung di Teluk Lewoleba. 

"Itu sebenarnya tidak ada halangan karena kita kerja sama dengan Syahbandar dengan semua komponen dan jaminan untuk itu sangat besar," ujarnya.

Ketiga, Penataan Infrastruktur Dalam Kota Lewoleba. Thomas Ola Langoday berjanji akan menuntaskan masalah infrastruktur dalam Kota Lewoleba terutama ruas-ruas jalan dan lampu penerangan jalan umum. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved