Breaking News:

Laut China Selatan

Pengejaran Hegemoni Maritim AS Adalah Penyebab Utama Turbulensi di Laut China Selatan

Faktor yang paling menonjol adalah persaingan di antara kekuatan besar, yang semakin intensif karena intervensi Washington.

Editor: Agustinus Sape
Xinhua
Foto udara Laut China Selatan. 

Pengejaran Hegemoni Maritim AS Adalah Penyebab Utama Turbulensi di Laut China Selatan

Oleh Wu Shicun

POS-KUPANG.COM - Situasi geopolitik di Laut China Selatan telah menjadi semakin rumit selama dekade terakhir. Ini termasuk sengketa hak maritim, sumber daya laut, kontrol navigasi dan masalah lainnya.

Faktor yang paling menonjol adalah persaingan di antara kekuatan besar, yang semakin intensif karena intervensi Washington.

Semakin banyak negara ekstrateritorial termasuk Inggris, Jepang, Australia, India, dan Prancis telah melakukan intervensi.

Campur tangan mereka telah membuat Laut China Selatan menjadi wilayah hot spot dalam babak baru perebutan kekuasaan politik maritim global.

Karena tindakan sepihak negara tertentu, sengketa terkait di Laut China Selatan juga sudah go internasional.

Baca juga: Komandan Kapal Induk Amerika Serikat Menegaskan Kebebasan Navigasi di Laut China Selatan

AS dan negara-negara Barat lainnya mengejar hegemoni maritim dan hukum rimba. Penggugat tertentu memiliki pandangan yang sempit dan eksklusif tentang kepentingan nasional. Ini adalah alasan mendasar untuk turbulensi jangka panjang di Laut China Selatan.

Komunitas maritim dengan masa depan bersama berusaha untuk membimbing negara-negara penuntut Laut China Selatan dan beberapa negara ekstrateritorial untuk meninggalkan keegoisan dan kecenderungan mereka untuk menempatkan kepentingan mereka sendiri di atas yang lain.

Hal ini dilakukan untuk secara bertahap membangun tatanan kerja sama dan keamanan maritim berbasis aturan di Laut China Selatan dengan dialog dan konsultasi sebagai jalan utama.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved