Breaking News:

Timor Leste

Pekerja Timor Leste Tidak Memenuhi Syarat untuk Visa Kerja Pertanian Australia

Pekerja Timor Leste di Australia tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan visa kerja pertanian permanen

Editor: Agustinus Sape
visas.com.au
Ilustrasi visa pertanian Australia yang baru. 

Pekerja Timor Leste Tidak Memenuhi Syarat untuk Visa Kerja Pertanian Australia

POS-KUPANG.COM, DILI - Direktur Ketenagakerjaan Luar Negeri Timor Leste (SEPFOPE) Filomeno Soares mengatakan, pekerja Timor Leste di Australia tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan visa kerja pertanian permanen, dengan mengatakan bahwa para pekerja ini memiliki masa tinggal kurang dari lima tahun di Australia.

“Kami telah mendengar informasi yang menyatakan bahwa Pemerintah Federal Australia akan memperkenalkan visa pertanian khusus untuk para pekerja, namun pekerja Timor Leste tidak memenuhi syarat untuk visa pertanian permanen karena pekerja Timor Leste tidak memenuhi persyaratan untuk itu, sebagian besar pekerja Timor memiliki kurang dari lima tahun tinggal di Australia,” kata Soares di kantornya, SEPFOPE Balide Dili.

Namun, kata dia, saat ini Pemerintah Timor Leste melalui SEFOPE telah menjalin kerjasama yang baik dengan Australia dan berharap Pemerintah Australia akan mengizinkan para pekerja asal Timor Leste untuk mendapatkan visa tersebut.

“Kami berharap, Australia akan mengizinkan orang Timor untuk mengajukan visa pertanian kerja permanen di masa depan,” katanya.

Baca juga: Australia Umumkan Reformasi Program Mobilitas Tenaga Kerja Australia Pasifik dan Timor Leste

Diingatkan bahwa Pemerintah Federal Australia akan memperkenalkan visa pertanian khusus untuk semua pekerja dari negara lain untuk membantu mengisi kekurangan tenaga kerja akibat COVID di sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan.

Pernyataan yang diumumkan oleh Menteri Pertanian Australia David Littleproud sebelumnya pada hari Selasa, diterbitkan dari sumber SBS News.

Menurut Littleproud keputusan tersebut akan beroperasi mulai 21 September 2021, menjelang panen berikutnya, dan datang sebagai tambahan dari Program Pekerja Musiman dan Skema Buruh Pasifik yang ada, yang dianggap sangat berhasil oleh pemerintah.

Dia mengakui reformasi tersebut adalah reformasi struktural terbesar bagi tenaga kerja pertanian Australia dalam sejarah bangsa tersebut.

Menurut Menkeu, sektor pertanian saat ini menghadapi kekurangan 30.000 pekerja, sementara sebagian besar sektor pengolahan daging saat ini menjalankan kapasitas sekitar 60 hingga 70 persen karena mereka tidak memiliki orang untuk melakukan pekerjaan itu.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved