KKB Papua
Sutradara Pembantaian 4 Prajurit TNI di Posramil Kisor Ditangkap di Tengah Hutan, Begini Faktanya
Setelah sepuluh hari melarikan diri, sutradara penyerangan dan pembantaian 4 prajurit TNI di Posramil Kisol, Maybrat, Papua Barat, akhirnya ditangkap.
POS-KUPANG.COM, MAYBRAT – Setelah sepuluh hari melarikan diri, sutradara penyerangan dan pembantaian 4 prajurit TNI di Posramil Kisol, Maybrat, Papua Barat, akhirnya ditangkap.
Oknum yang dicap sebagai otak dibalik kasus berdarah di Posramil Kisor itu, adalah Silas Ki, Ketua Komine Nasional Papua Barat (KNPB) Sektor Kisor.
Kisor merupakan sebuah kampung yang terletak di Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat.
Di kampung inilah Pos Rayon Militer atau disingkat Posramil didirikan sebagai pos persiapan sebelum ditingkatkan menjadi koramil.
Di pos ini pula, prajurit TNI hadir untuk kepentingan pelayanan pembangunan, keamanan dan lainnya.
Sejak hadirnya Posramil Kisor, sejumlah fasilitas umum dibangun bersama masyarakat.
Item yang dibangun TNI dan masyarakat itu, diantaranya lapangan bolavoli, serta kegiatan sosial lainnya.
Lantaran TNI dengan masyarakat demikian menyatu, sehingga ada pihak yang diduga merasa iri dan tak suka dengan hal tersebut.
Baca juga: Sergap 2 KKB Papua, Prajurit TNI Dapat Penghargaan & Tali Asih dari Mayjen Ignatius Yogo
Faktor inilah yang diduga sebagai pemicu terjadinya penyerangan yang berbuntut pada pembantaian 4 prajurit TNI di posramil tersebut.
Peristiwa sadis tersebut terjadi pada Kamis 2 September 2021 sekitar pukul 03.00 dini hari.
Saat diserang, keempat prajurit itu dalam kondisi tertidur pulas, sehingga tak mengetahui situasi genting di malam naas itu.
Sedangkan dua prajurit TNI lainnya sempat terbangun setelah mendengar adanya kegaduhan di posramil tersebut.
Pada saat itulah keduanya berusaha melarikan diri sehingga hanya menderita luka-luka di sebagian tubuh.
Sedangkan 4 prajurit lainnya menjadi sasaran empuk para penyerang. Mereka dibantai secara sadis hingga akhirnya tewas bersimbah darah di posramil tersebut.
Sementara dua prajurit lain, awalnya dinyatakan hilang. Namun setelah suasana aman, keduanya kembali dengan kondisi luka-luka.