Tips sehat
Batuk Berdarah (Hemoptisis) Gejala Penyakit Berbahaya? Berikut Penjelasannya
Batuk berdarah (Hemoptisis) merupakan gejala penyakit berbahaya seperti Tuberklosis ( TBC ) dan bronkitis.
Tes darah, untuk memeriksa adanya kelainan pembekuan darah atau tidak.
Pengobatan Batuk Berdarah
Pengobatan batuk berdarah disesuaikan dengan penyebabnya. Jika batuk berdarah disebabkan oleh TBC, pasien akan menjalani pengobatan dengan kombinasi obat antituberkulosis (OAT).
Pasien akan menjalani pengobatan selama beberapa bulan dan perlu mengikuti anjuran dokter untuk mencegah resistensi bakteri TBC.
Jika batuk berdarah disebabkan oleh kanker paru, pasien dapat menjalani pengangkatan jaringan kanker melalui operasi.
Selain itu, pasien juga dapat menjalani kemoterapi, radioterapi, atau kombinasi dari keduanya untuk membunuh jaringan kanker yang tersisa, serta mencegah kanker muncul kembali.
Seseorang yang menderita batuk darah yang parah dapat kehilangan darah dalam jumlah banyak dan mengalami syok hipovolemik.
Syok hipovolemik merupakan kondisi darurat yang harus segera ditangani oleh dokter karena dapat membahayakan nyawa penderita batuk darah.
Dokter akan memberikan cairan infus dalam jumlah yang banyak untuk mempertahankan aliran darah ke seluruh tubuh.
Komplikasi Batuk Berdarah
Batuk berdarah yang mengeluarkan darah dalam jumlah banyak dapat menimbulkan syok akibat kehilangan banyak darah.
Gejala syok umumnya berupa lemas, pucat, keringat dingin, hingga kehilangan kesadaran.
Tergantung kepada penyebabnya, beberapa komplikasi lain yang dapat muncul akibat batuk berdarah adalah:
Menumpuknya cairan di selaput paru-paru (efusi pleura).
Kelainan jantung.
Abses paru.
Cedera jaringan paru-paru. (*)
Berita terkait batuk berdarah