Tips sehat
Batuk Berdarah (Hemoptisis) Gejala Penyakit Berbahaya? Berikut Penjelasannya
Batuk berdarah (Hemoptisis) merupakan gejala penyakit berbahaya seperti Tuberklosis ( TBC ) dan bronkitis.
Penyakit autoimun, seperti lupus, granulomatosis Wegener, atau sindrom Churg-Strauss.
Tergantung penyebabnya, seseorang akan lebih mudah atau berisiko mengalami batuk berdarah bila memiliki kondisi di bawah ini:
Kebiasaan merokok.
Mengonsumsi obat imunosupresan.
Menderita HIV/AIDS.
Pernah menjalani operasi atau rawat inap di rumah sakit.
Memiliki keluarga dengan riwayat kelainan pembekuan darah.
Diagnosis Batuk Berdarah
Pemeriksaan dokter ketika seseorang mengalami batuk berdarah bertujuan untuk mencari tahu penyebab batuk berdarah, mengukur berapa banyak perdarahan yang terjadi, serta menilai adanya risiko gangguan bernapas.
Untuk mendiagnosis penyebab batuk berdarah, dokter terlebih dahulu akan menanyakan gejala-gejala yang dialami oleh pasien. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik.
Setelah melakukan pemeriksaan fisik, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk menentukan penyebab batuk berdarah dan keparahan penyakit yang menjadi penyebabnya.
Tes penunjang yang akan dilakukan oleh dokter antara lain:
Pemeriksaan dahak, untuk melihat bakteri yang bisa jadi penyebab batuk berdarah.
Foto Rontgen atau CT scan, untuk melihat kondisi paru-paru.
Teropong saluran pernapasan (bronkoskopi), juga untuk melihat kondisi saluran pernapasan dari bagian dalam.