Tips sehat
Batuk Berdarah (Hemoptisis) Gejala Penyakit Berbahaya? Berikut Penjelasannya
Batuk berdarah (Hemoptisis) merupakan gejala penyakit berbahaya seperti Tuberklosis ( TBC ) dan bronkitis.
Batuk Berdarah (Hemoptisis) Gejala Penyakit Berbahaya? Berikut Penjelasannya
POS-KUPANG.COM- Batuk berdarah (hemoptisis) merupakan salah satu gejala penyakit di saluran pernapasan.
Oleh karena itu, segera periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala batuk berdarah agar penyebabnya diketahui
Apakah Batuk berdarah gejala penyakit berbahaya?
Bisa saja iya karena batuk berdarah merupakan tanda adanya kerusakan pembuluh darah yang berada di sekitar saluran pernapasan.
Baca juga: Perhatikan Tanda Ini Bisa Saja Gejala Penyakit TBC, Dari Batuk Berdarah Hingga Sesak Napas
Dikutip dari Alodokter, munculnya gejala ini bisa menjadi tanda dari penyakit saluran pernapasan serius yang memerlukan penanganan.
Beberapa penyakit yang dapat menimbulkan gejala batuk berdarah adalah TBC atau bronkiektasis.
Batuk berdarah biasa disertai gejala lain seperti Nyeri dada, Demam, berkeringat pada malam hari, tubuh terasa letih dan lemah, hilangnya nafsu makan dan penurunan berat badan.
Penyebab utama batuk berdarah di Indonesia adalah penyakit TBC. Bila Anda menderita TBC, lakukan kontrol ke dokter secara berkala karena pengobatan penyakit ini membutuhkan waktu yang cukup panjang, yaitu minimal 6 bulan.
Baca juga: Wajib Tahu, 10 Penyebab Batuk Berdarah dan Kapan Perlu Waspada
Penyebab Batuk Berdarah
Penyebab terjadinya batuk berdarah sangat beragam. Berikut ini adalah penyebab dari batuk berdarah
akibat penyakit di saluran pernapasan:
Aspergillosis
Bronkitis
Infeksi paru atau pneumonia
TBC
Bronkiektasis
Masuknya benda asing ke saluran pernapasan
Pecah pembuluh darah di saluran pernapasan (varises bronkial)
Emboli paru
Cedera pada daerah dada
Kanker paru
Penyebab utama batuk berdarah di dunia adalah penyakit TBC (tuberkulosis), dan Indonesia merupakan salah satu negara yang masih memiliki banyak penderita TB. Oleh karena itu, sering kali batuk darah disebabkan oleh TB.
Penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab pasti dari gejala batuk berdarah.
Selain akibat penyakit di saluran pernapasan, batuk berdarah juga dapat disebabkan oleh beberapa kondisi lain, seperti:
Efek samping obat-obatan pengencer darah.
Efek samping penggunaan narkoba.
Gagal jantung, terutama karena penyakit katup jantung mitral.
Penyakit autoimun, seperti lupus, granulomatosis Wegener, atau sindrom Churg-Strauss.
Tergantung penyebabnya, seseorang akan lebih mudah atau berisiko mengalami batuk berdarah bila memiliki kondisi di bawah ini:
Kebiasaan merokok.
Mengonsumsi obat imunosupresan.
Menderita HIV/AIDS.
Pernah menjalani operasi atau rawat inap di rumah sakit.
Memiliki keluarga dengan riwayat kelainan pembekuan darah.
Diagnosis Batuk Berdarah
Pemeriksaan dokter ketika seseorang mengalami batuk berdarah bertujuan untuk mencari tahu penyebab batuk berdarah, mengukur berapa banyak perdarahan yang terjadi, serta menilai adanya risiko gangguan bernapas.
Untuk mendiagnosis penyebab batuk berdarah, dokter terlebih dahulu akan menanyakan gejala-gejala yang dialami oleh pasien. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik.
Setelah melakukan pemeriksaan fisik, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk menentukan penyebab batuk berdarah dan keparahan penyakit yang menjadi penyebabnya.
Tes penunjang yang akan dilakukan oleh dokter antara lain:
Pemeriksaan dahak, untuk melihat bakteri yang bisa jadi penyebab batuk berdarah.
Foto Rontgen atau CT scan, untuk melihat kondisi paru-paru.
Teropong saluran pernapasan (bronkoskopi), juga untuk melihat kondisi saluran pernapasan dari bagian dalam.
Tes darah, untuk memeriksa adanya kelainan pembekuan darah atau tidak.
Pengobatan Batuk Berdarah
Pengobatan batuk berdarah disesuaikan dengan penyebabnya. Jika batuk berdarah disebabkan oleh TBC, pasien akan menjalani pengobatan dengan kombinasi obat antituberkulosis (OAT).
Pasien akan menjalani pengobatan selama beberapa bulan dan perlu mengikuti anjuran dokter untuk mencegah resistensi bakteri TBC.
Jika batuk berdarah disebabkan oleh kanker paru, pasien dapat menjalani pengangkatan jaringan kanker melalui operasi.
Selain itu, pasien juga dapat menjalani kemoterapi, radioterapi, atau kombinasi dari keduanya untuk membunuh jaringan kanker yang tersisa, serta mencegah kanker muncul kembali.
Seseorang yang menderita batuk darah yang parah dapat kehilangan darah dalam jumlah banyak dan mengalami syok hipovolemik.
Syok hipovolemik merupakan kondisi darurat yang harus segera ditangani oleh dokter karena dapat membahayakan nyawa penderita batuk darah.
Dokter akan memberikan cairan infus dalam jumlah yang banyak untuk mempertahankan aliran darah ke seluruh tubuh.
Komplikasi Batuk Berdarah
Batuk berdarah yang mengeluarkan darah dalam jumlah banyak dapat menimbulkan syok akibat kehilangan banyak darah.
Gejala syok umumnya berupa lemas, pucat, keringat dingin, hingga kehilangan kesadaran.
Tergantung kepada penyebabnya, beberapa komplikasi lain yang dapat muncul akibat batuk berdarah adalah:
Menumpuknya cairan di selaput paru-paru (efusi pleura).
Kelainan jantung.
Abses paru.
Cedera jaringan paru-paru. (*)
Berita terkait batuk berdarah