Senin, 13 April 2026

Berita Manggarai Timur

KWT Gori Toing & Ibu TP-PKK Manggarai Timur Dapat Ilmu Budidaya Tanaman Bambu

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara TP-PKK Kabupaten Manggarai Timur UPT KPH Kabupaten Manggarai Timur dan Yayasan Bambu Lestari Area Flores.

Penulis: Robert Ropo | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Kegiatan TOT tentang budidaya tanaman bambu. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | BORONG- Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Gori Toing, di Desa Bangka Kantar, Kecamatan Borong dan Ibu-Ibu TP-PKK Kabupaten Manggarai Timur (Matim) memperoleh ilmu tentang cara pembudidayaan tanaman bambu dalam kegiatan Training of Traniner (TOT).

Kegiatan ini berlangsung di Mondo, Desa Bangka Kantar, Kecamatan Borong, Kamis 9 September 2021.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara TP-PKK Kabupaten Manggarai Timur UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kabupaten Manggarai Timur dan Yayasan Bambu Lestari Area Flores.

Karena kegiatan di tengah pandemi Covid-19, maka peserta dibatasi dimana anggota TP-PKK sebanyak 10 orang, anggota KWT 5 orang, UPT KPH sebanyak 15 orang dan mahasiswa Politani Kupang yang sedang melaksanakan PKL sebanyak 10 orang.

Baca juga: 900 Pelajar di Manggarai Timur Divaksin

Ketua TP-PKK Kabupaten Manggarai Timur, Ny Theresia Wisang Agas, kepada Wartawan usai kegiatan itu, menyampaikan terima kasih kepada UPTD KPH dan Yayasan Bambu Lestari Area Flores yang sudah membagikan ilmu kepada para anggota TP-PKK, anggota KWT Gori Toing dan juga kepada para mahasiswa dari Politani Kupang tentang cara pembudidayaan tanaman bambu mulai dari pembibitan, pemanfaatan sampai dengan pengolahan pasca panen bambu.

Karena itu, Ny Theresia, meminta kepada para peserta yang mengikuti kegiatan itu untuk menyimaknya dengan baik sehingga bisa membudidayakan bambu dengan baik dan juga memberikan pembelajaran kepada masyarakat lainya. 

Menurutnya, hal ini dilakukan karena tanaman bambu memiliki banyak manfaat diantaranya menahan longsor dan juga untuk melestarikan hutan dan lingkungan karena bambu juga melindungi mata air dan menciptakan karbon oksigen.

Selain itu, untuk bahan bangunan, pengelolaan pasca panen seperti industri pembuatan kerajinan dari bambu yang memiliki nilai ekonomis demi meningkatkan ekonomi masyarakat itu sendiri dan juga menghasilkan rebung bambu bisa dijadikan sayur untuk dikomsumsi.

Baca juga: PPKM Manggarai Timur Turun Ke Level 2, Jefrin: Target Kita Akhir Bulan Sudah Level 1

"Harapan saya mereka (peserta,red) bisa mulai melakukan pembibitan dengan skala kecil di rumah atau kebun mereka masing-masing untuk kemudian bisa ditanam paling kurang untuk tanam mencegah longsor. Selain itu juga untuk kepentingan industri teknologi, meskipun harus membutuhkan waktu 4-7 tahun usia bambu, tapi paling tidak mereka bisa memanfaatkan bambu yang sekarang dari ilmu yang sudah diperoleh guna meningkatkan ekonomi mereka sendiri,"ungkap Ny Theresia.

Dikatakan Ny Theresia, TP-PKK setelah memperoleh ilmu tersebut juga akan memberikan ilmu kepada masyarakat lain untuk membudidayakan bambu. Pihaknya akan meminta data dari Dinas Kehutanan Provinsi NTT terkait desa-desa yang memiliki potensi yang cocok untuk budidaya tanaman bambu.

Kepala UPT KPH Kabupaten Manggarai Timur, Marselus Ndeu, SP, mengatakan, kegiatan TOT budidaya bambu ini dengan tujuan untuk memberikan maanfaat bagi masyarakat terutama para peserta baik anggota TP-PKK, anggota KWT dan mahasiswa untuk membudidayakan bambu yang baik dari pembibitan sampai pengelolaan pasca panen. Sebab tanaman bambu ini sendiri memiliki banyak manfaat selain untuk bahan bangunan dan melestarikan hutan dan lingkungan, juga industri kerajinan bambu yang bernilai ekonomis.

"Kita mengharapkan agar para peserta hari ini bisa menangkap dengan baik materi yang sudah diberikan, agar budidaya tanaman dilakukan dengan baik demi menambah ekonomi masyarakat itu sendiri, juga untuk melestarikan hutan dan lingkungan,"ungkapnya.

Baca juga: HUT Ke-20 Demokrat, DPC Manggarai Timur Berbagi Kasih Dengan ODGJ & Difabel di Golo Wangkung

Marselus juga mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah mendampingi sejumlah kelompok terkait budidaya tanaman bambu. Diantaranya kelompok tani di Desa Golo Loni dan Desa Sita di Kecamatan Rana Mese, Desa Bangka Kantar di Kecamatan Borong dan kelompok tani di Kelurahan Rongga Koe, Kecamatan Kota Komba.

Koordinator Project Yayasan Bambu Lestari Area Flores, Lalu Paskalis, menyampaikan terima kasih kepada TP-PKK Kabupaten Manggarai Timur dan UPT KPH Kabupaten Manggarai Timur yang sudah berkolaborasi dengan pihaknya sebagai narasumber dalam kegiatan TOT pembudidayaan tanaman bambu.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved