Berita Nasional
Pria Blitar yang Bentangkan Poster Diringkus Polisi, Netizen Bandingkan Jokowi dengan Era SBY
Anggota DPR RI dari Partai Gerindra, Fadli Zon vokal menentang aksi polisi tersebut sampai ia mengunggah berita penangkapan tersebut di akun instagram
Penulis: Agustinus Sape | Editor: Agustinus Sape
Menanggapi postingan Fadli Zon tersebut, sejumlah netizen sangat menyayangkan tindakan polisi tersebut.
Bahkan ada netizen yang sampai membandingkan masa kepemimpinan Jokowi sekarang dengan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Berikut sejumlah komentar netizen di akun instagram Fadli Zon.
alitsuwirya: ini polisi sensitif bgt y, poster doank ditakutin
sulfi1985: agar citra nya tak luntur, jadi yg protes real sbnarnya dimasyarakat akan ditangkap
alnahyanalnahyan: Katanya merakyat pengen di kritik tp kenyataan
otrizal: Waduh,, main ringkus aja ya pak,, sebenar nya aturan meringkus tu seperti apa ya?
faisal69237: bentar lg kapolresnya itu diangkat menjadi kapolda
udi_sukma: Saat pemerintahan SBY, ada aksi yg membawa kerbau dan di tubuh kerbau itu ada tulisannya SBY. Menurut saya itu penghinaan. Namun, SBY tak marah dan tak menangkap orang2 itu. (Saya membandingkan ... )
adityanugraahaa: Zaman SBY mana ada gini dulu. Mau di kritik, mau di hina. Gk pernah tuh masyarakat di tngkap ada tersakiti.
milanistipanji: Parah ni rezim si jokowi
kalimatussolihin: Semoga dapat terealisasi bang, kasihan ternak pada rugi. Pakan mahal telornya murah
tan_mudo_: Gaangkan terus bang, Demokrasi macem apa ini.makin suram demokrasi di tangan Jokowi
adhit.07: Polisi dan salpol skrg kerja na bgtu yah bang. Suka ngapus mural, suka nindas rakyat kecil, suka nangkep in ulama, suka nangkep in yg beda pendapat, suka nangkep in yg kritik... sumpah sya ma udh ga percaya ama yg nama polisi.
Tidak hanya Fadli Zon, sikap aparat yang berlebihan ini juga dikritik politukus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani.
Menurut Arsul, jajaran kepolisian di daerah-daerah tidak perlu berlebihan jika ada warga masyarakat yang memanfaatkan kunjungan tersebut untuk menarik perhatian.
Baca juga: Orang Dekat Megawati Bocorkan Rencana Presiden Jokowi, Sebut Reshuffle Kabinet Segera Dilakukan
"Polisi untuk tidak "over-reacted" jika ada warga masyarakat yang memanfaatkan kunjungan tersebut untuk menarik perhatian," kata Arsul kepada KOMPAS TV, Rabu 8 September 2021.