Berita Nasional

Pria Blitar yang Bentangkan Poster Diringkus Polisi, Netizen Bandingkan Jokowi dengan Era SBY

Anggota DPR RI dari Partai Gerindra, Fadli Zon vokal menentang aksi polisi tersebut sampai ia mengunggah berita penangkapan tersebut di akun instagram

Penulis: Agustinus Sape | Editor: Agustinus Sape
KOMPAS.COM/ASIP HASANI
Seorang anggota polisi sedang menggelang seorang pria di Blitar yang memajang poster saat Presiden Jokowi sedang melintas, Selasa 7 September 2021. 

Menanggapi postingan Fadli Zon tersebut, sejumlah netizen sangat menyayangkan tindakan polisi tersebut.

Bahkan ada netizen yang sampai membandingkan masa kepemimpinan Jokowi sekarang dengan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Berikut sejumlah komentar netizen di akun instagram Fadli Zon.

alitsuwirya: ini polisi sensitif bgt y, poster doank ditakutin

sulfi1985: agar citra nya tak luntur, jadi yg protes real sbnarnya dimasyarakat akan ditangkap

alnahyanalnahyan: Katanya merakyat pengen di kritik tp kenyataan

otrizal: Waduh,, main ringkus aja ya pak,, sebenar nya aturan meringkus tu seperti apa ya?

faisal69237: bentar lg kapolresnya itu diangkat menjadi kapolda

udi_sukma: Saat pemerintahan SBY, ada aksi yg membawa kerbau dan di tubuh kerbau itu ada tulisannya SBY. Menurut saya itu penghinaan. Namun, SBY tak marah dan tak menangkap orang2 itu. (Saya membandingkan ... )

adityanugraahaa: Zaman SBY mana ada gini dulu. Mau di kritik, mau di hina. Gk pernah tuh masyarakat di tngkap ada tersakiti.

milanistipanji: Parah ni rezim si jokowi

kalimatussolihin: Semoga dapat terealisasi bang, kasihan ternak pada rugi. Pakan mahal telornya murah

tan_mudo_: Gaangkan terus bang, Demokrasi macem apa ini.makin suram demokrasi di tangan Jokowi

adhit.07: Polisi dan salpol skrg kerja na bgtu yah bang. Suka ngapus mural, suka nindas rakyat kecil, suka nangkep in ulama, suka nangkep in yg beda pendapat, suka nangkep in yg kritik... sumpah sya ma udh ga percaya ama yg nama polisi.

Tidak hanya Fadli Zon, sikap aparat yang berlebihan ini juga dikritik politukus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani.

Menurut Arsul, jajaran kepolisian di daerah-daerah tidak perlu berlebihan jika ada warga masyarakat yang memanfaatkan kunjungan tersebut untuk menarik perhatian.

Baca juga: Orang Dekat Megawati Bocorkan Rencana Presiden Jokowi, Sebut Reshuffle Kabinet Segera Dilakukan

"Polisi untuk tidak "over-reacted" jika ada warga masyarakat yang memanfaatkan kunjungan tersebut untuk menarik perhatian," kata Arsul kepada KOMPAS TV, Rabu 8 September 2021.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved