Kamis, 4 Juni 2026

Tips Sehat

Faktor Risiko Penyebab dan Gejala Penyakit Stroke serta Cara Pencegahan

Meskipun tidak menulari orang lain tapi stroke merupakan salah satu penyakit berbahaya yang banyak dijumpai di sekitar kita.

Tayang:
Editor: Hermina Pello
(Shutterstock) via Kompas.com
Ilustrasi stroke - Faktor Risiko Penyebab dan Gejala Penyakit Stroke serta Cara Pencegahan 

Untuk mengetahuinya, cobalah mengangkat kedua lengan ke atas kepala secara bersamaan. Jika satu lengan jatuh, mungkin Anda mengalami stroke.

Baca juga: Kenali Sejak Dini, Inilah Gejala Penyakit Diabetes, Faktor Keturunan Jadi Salah Satu Faktor

Selain itu, satu sisi mulut juga mungkin terkulai saat mencoba tersenyum.

Ketiga, masalah pengelihatan pada satu atau kedua mata.

Keempat, sakit kepala secara tiba-tiba yang mungkin disertai dengan muntah.

Kelima, kesulitan berjalan.

Baca juga: Gejala Penyakit Jantung Berbeda Tergantung Penyebabnya, 6 Jenis Penyakit Jantung, Ini Tanda-tandanya

Penyebab

Ada dua penyebab utama stroke, yaitu arteri tersumbat (stroke iskemik) dan pembuluh darah yang bocor atau pecah (stroke hemoragik).

Stroke iskemik merupakan jenis stroke yang paling umum dijumpai. Ini terjadi ketika pembuluh darah ke otak menyempit atau tersumbat, sehingga menyebabkan aliran darah berkurang.

Pembuluh darah yang tersumbat atau menyempit disebabkan oleh timbunan lemak yang menumpuk di pembuluh darah, gumpalan darah, atau kotoran lain yang mengalir melalui aliran darah dan masuk ke dalam pembulu darah di otak.

Baca juga: Jangan Dibiarkan Bersendawa Dalam Waktu Lama Gejala Penyakit Apa? Bisa Berujung ke Kanker Lambung

Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa infeksi Covid-19 dapat menjadi kemungkinan penyebab stroke iskemik, tetapi diperlukan lebih banyak penelitian untuk memastikannya.

Sementara itu, stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di otak bocor atau pecah.

Pendarahan otak dapat terjadi akibat berbagai kondisi, seperti tekanan darah tinggi yang tak terkontrol, pengobatan berlebihan dengan pengencer darah (antikoagulan), dan trauma.

Beberapa orang mungkin hanya mengalami gangguan sementara aliran darah ke otak, yang dikenal sebagai serangan iskemik transient (TIA), yang tidak menyebabkan gejala yang bertahan lama.

Baca juga: Kesemutan, Cepat Lapar, Gampang Haus, Sering Kencing, Waspada itu Gejala Penyakit Diabetes Melitus

Faktor risiko

Banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko stroke, seperti obesitas, ketidakaktifan fisik, minum alkohol, tekanan darah tinggi, merokok, kolesterol tinggi, diabetes, sleep apnea, dan riwayat keluarga.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved