Minggu, 26 April 2026

Berita Manggarai Timur

1,300 Hektar Luas Tanaman Porang di Matim, Dua Desa Jadi Sentral

sehingga pulang dipraktekkan di kebun masing-masing kelompok demi peningkatan kebutuhan ekonomi. 

Penulis: Robert Ropo | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Kegiatan Bimtek Pertanian pasca panen. 

Kata dia, saat ini pihaknya masih membudidayakan tanaman porang untuk memperoleh biji katak porang. Biji katak ini diperuntukan untuk benih.

"Kami kerja dalam kelompok dan saat ini sementara kami budidayakan di lahan seluas sekitar setengah hektar. Kami fokus masih untuk menghasilkan biji katak porang untuk kami jual dan pengembangan bibit karena biji katak ini untuk kepentingan benih bibit,"jelasnya.

Baca juga: Sudah 2 Hari Kasus Baru Covid-19 di Manggarai Timur Tidak Ditemukan 

Ivantus juga mengatakan, harga jual Porang saat ini jika dijual langsung di lokasi maka harganya Rp 6.000/Kg. Karena itu, ia berharap agar melalui Bimtek ini dapat menghasilkan kualitas Porang yang baik sehingga berdampak pada peningkatan harga jual. 

Agustinus Adir (50) petani Porang asal kampung Lendo, Desa Gunung Baru, Kecamatan Kota Komba Utara, juga mengaku, sudah lama ia membudidayakan tanaman porang. Karena ketekunan dalam membudidayakan tanaman itu, ia kemudian melalui geraja Katolik paroki setempat mengirimnya untuk melakukan studi di Jepang selama 9 bulan.

Adir, mengatakan, terkait luas lahan untuk tanaman porang di kampung mereka diatas ribuan hektar. Karena itu melalui ilmu yang diperolehnya di Negeri Samurai itu ia mencoba membimbing masyarakat petani setempat untuk bagaimana membudidayakan Porang yang baik untuk meningkatkan ekonomi petani itu sendiri.

"Saya belajar di Jepang selama 9 bulan, disana saya belajar tentang pertanian sebuah produk termasuk produk dari porang yang memiliki multiguna bagi kesehatan,"ungkapnya.

Adir juga mengaku sepakat seperti apa yang disampaikan oleh Bupati Matim terkait produk hasil pupuk kimia itu tidak boleh dikonsumsi. Karen yang ia belajar disana menciptakan produk untuk meningkatkan kesehatan tubuh manusia dan kesejahteraan.

Ketika ditanya terkait harga porang, kata Adir, harganya tergantung dari kualitas porang itu  sendiri, jika kualitas porang baik dengan zat kandungan didalam porang baik maka harganya tentu mahal. (*)

Berita Manggarai Timur Terkini

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved