Kamis, 9 April 2026

Berita Manggarai Timur

1,300 Hektar Luas Tanaman Porang di Matim, Dua Desa Jadi Sentral

sehingga pulang dipraktekkan di kebun masing-masing kelompok demi peningkatan kebutuhan ekonomi. 

Penulis: Robert Ropo | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Kegiatan Bimtek Pertanian pasca panen. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, BORONG--Tugas Pemerintah Daerah (Pemda) Manggarai Timur, akan terus mendorong  petani untuk meningkatkan produksi porang dengan tetap menjaga kualitasnya, sebab porang sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat.

"Tugas Pemda hanya untuk mendorong petani untuk meningkatkan produksi porang dengan tetap menjaga kualitasnya, karena porang ini sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat di Manggarai Timur. Karena itu untuk meningkatkan kualitas Porang maka kita lakukan Bimtek sehingga petani jangan lagi menjual gelondongan tetapi memiliki kualitas sehingga dampaknya ada nilai tambah,"ungkap Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, SH.,M.Hum, kepada POS-KUPANG.COM, Senin 6 September 2021.

Bupati Agas, mengatakan, pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Manggarai Timur dititik beratkan pada empat sektor yaitu, tanaman pangan, holtikultura, perkebunan, dan perternakan.

Kata Bupati Agas, hingga saat ini sektor pertanian merupakan sektor yang dominan sebagai penggerak utama ekonomi masyarakat di Kabupaten Manggarai Timur.

"Pembangunan sektor pertanian dalam RPJMD  Periode 2019-2024 merupakan pelaksanaan dari misi kedua Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Timur yakni mengembangkan ekonomi unggulan berbasis pertanian berkelanjutan, pariwisata berbasis masyarakat, industri kecil, koperasi dan UKM serta mewujudkan pembangunan desa berbasis budaya lokal",ungkapnya.

Baca juga: Warga Kota Borong, Manggarai Timur Komsumsi Air Kotor

Dikatakan Bupati Agas, tanaman porang menjadi salah satu sumber pangan yang dapat tumbuh di wilayah tropis dan sup tropis di Kabupaten Manggarai Timur. Meski demikian, secara umum petani belum mengetahui manfaat nilai tambah dari Porang.

Dikatakan Bupati Agas, sentra pengembangan tanaman porang sebelumnya terdapat di Kecamatan Elar dan Kota Komba. Namun lanjutnya, akhir-akhir ini penyebarannya cukup merata di seluruh kecamatan. Kondisi ini, tambahnya, menujukkan bahwa animo masyarakat menanam porang dan permintaan pasar sangat tinggi.

Karena itu, ia meminta kepada para petani porang sebagai peserta dalam kegiatan Bimtek itu dapat memahami materi dengan baik, sehingga pulang dipraktekkan di kebun masing-masing kelompok demi peningkatan kebutuhan ekonomi. 

"Kegiatan bimtek pasca panen yang di selenggarakan  saat ini  menjadi sebuah rahmat untuk kita membuktikan bahwa Pemkab Matim memiliki komitmen yang besar dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan produksi porang baik jumlah maupun kualitas produk yang dihasilkan,"ungkapnya.

Bupati Agas berharap, dengan adanya Bimtek ini dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan penanganan pasca panen porang serta meningkatkan keterampilan dan memotivasi petani untuk menangkap peluang usaha pengolahan umbi porang.

Baca juga: Petani Rana Kolong, Manggarai Timur Keluhkan Hama Serang Kakao

"Kita harus berpikir kepada produk olahan dari Porang ini, supaya nilai ekonomisnya bertambah dan semakin banyak orang yang terlibat dan mendapat manfaat dari komoditi Porang ini. Kita memasuki era menjual produk olahan, stop menjual barang mentah,"pintanya.

Bupati Agas juga meminta kepada para petani agar dalam mengelola tanah untuk membudidayakan tanaman tidak boleh menggunakan pupuk kimia, karena pupuk kimia dapat merusak tanah. Namun harus menggunakan pupuk organik hal ini selain meningkatkan kesuburan tanah dan juga memberlangsungkan sampai pada anak cucu.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Timur, Yohanes Sentis, mengatakan, berdasarkan pendataan yang dilakukan pada tahun 2020, luas tanaman porang yang sudah ditanam dan sudah diproduksi di Manggarai Timur sudah sekitar 1.300 hektar.

Dari jumlah luas lahan porang itu, jelas Sentis, ada 2 desa yang menjadi sentral tanaman porang yakni di Desa Rana Kulan, Kecamatan Elar dan Desa Gunung Baru, Kecamatan Kota Komba.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved