Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Senin 6 September 2021: Perkara Niat
Serigala berbulu domba bukan sekadar orang jahat yang berperilaku manis, tidak juga sekadar niat busuk yang dibungkus kata-kata indah.
Penginjil Lukas memaparkan bahwa Yesus mengetahui pikiran ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang kotor dan jahat. Mereka berniat mau mempersalahkan Dia dengan mengamat-amati apakah Dia menyembuhkan orang pada hari Sabat (Luk 6:6-8).
Tapi Dia tak sekedar mengetahui. Juga tak ingin menghancurkan mereka setelah Ia tahu niat mereka yang jahat.
Ia justru ingin meluruskan pikiran dan hati para gembala umat Yahudi itu. Ia ingin supaya mereka memikirkan dan melihat perbuatan baik serta melakukan perbuatan baik.
Ini buktinya! Saat berhadapan dengan seorang yang mati tangan kanan-Nya di rumah ibadat pada hari Sabat itu, Yesus menyembuhkan orang itu.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 4 September 2021: Mempertanyakan Kuasa
Di hadapan para pemuka agama Yahudi itu, Ia berkata kepada orang yang mati sebelah tangannya, "Bangunlah dan berdirilah di tengah! ... Ulurkanlah tanganmu!" (Luk 6:8.10).
Tapi pada saat yang sama, Ia pun berkata kepada mereka, "Aku bertanya kepada kamu: manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?" (Luk 6:9).
Pertanyaan Yesus punya maksud yang dalam. Ia menunjukkan kepada mereka tentang betapa tidak murni, tidak lurus, tidak tulus hati mereka.
Betapa niat hati mereka jelek. Karena mereka justru mempersoalkan perbuatan baik-Nya untuk membantu dan menyelamatkan orang.
Seakan Yesus berkata, "Masa kalian mempersalahkan perbuatan baik saya untuk menolong orang agar terbebas dari sakitnya?"
Tindakan mempersoalkan perbuatan baik yang dilakukan Yesus muncul karena niat jelek yang ada di dalam pikiran dan hati orang-orang untuk mempersalahkan-Nya.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 1 September 2021, Pembukaan BKSN 2021: Sahabat Sejati
Niat jelek ini selanjutnya akan membuat orang pun akhirnya melalaikan "kewajiban" yang seharusnya ia lakukan untuk berbuat baik, menolong orang lain.
Tuhan pasti mengetahui pikiran dan hati kita masing-masing. Mau dipoles, dihiasi, dan disembunyikan dengan casing yang bagus dan istimewa seperti apa pun, Tuhan pasti bisa mendeteksi dan melihatnya dengan sorotan mata tajam-Nya.
Maka, kita bertanya kepada diri sendiri: pikiran dan niat apakah yang selalu ada dalam diriku?
Pikiran dan niat macam apakah yang menjadi prinsip hidupku : berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan atau membinasakan?
Barangkali kita memang agak sulit untuk membaca pikiran dan hati orang lain. Tapi kiranya kita bisa terbantu untuk mendalaminya dengan melihat dengan pikiran dan hati kita yang jernih perbuatan yang dilakukan orang. Soalnya, perbuatan itu ekspresi dari pikiran dan hati.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 2 September 2021, Duc in Altum: Bertolaklah ke Tempat yang Dalam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/fransiskus-aliandu-rd.jpg)