Berita Kota Kupang
Pua Monto Pimpin NU NTT
KH Pua Monto Umbu Nay ditetapkan sebagai Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama ( PWNU) Provinsi NTT periode 2021-2026
Pertama, amanah dunia atau amanah keagamaan. Menurutnya, peran agama dan peran menghidupkan spirit moderasi dalam beragama dan sekaligus menghidupkan akidah Al Sunah Wal Jamaah, baik melalui pondok pesantren, majelis taklim, masjid-masjid dan mushola, dan kehidupan bermasyarakat lain.
Kedua, adalah amanah Makoniah atau amanah kebangsaan, bahwa NU hadir ditengah masyarakat senantiasa memberikan solusi, jalan keluar sehingga kehadiran NU merupakan peran-peran penting yang ditunggu dan diharapkan warga bangsa.
"Jauh sebelum Indonesia merdeka, kira-kira tahun 1914 Pendirian Ja'miah Nahdatul Ulama telah meletakkan prinsip dalam berbangsa bernegara apa yang disebut cinta tanah air adalah bagian dari perintah agama," jelasnya saat membuka Koenferensi Wilayah PWNU secara virtual.
Menurutnya, ini adalah prinsip yang luar biasa bahwa pada akhirnya tidak ada lagi benturan agama dengan negara. Bahkan agama diadopsi dalam spirit hidup kebangsaan dan kenegaraan, atau yang disebut sebagai spirit Wakoniah atau spirit kebangsaan.
"Maka dari itu, keluarga besar NU tidak diperlukan lagi istilah NKRI bersyariah, karena sebenarnya ketika kita menjalankan kewajiban berwarganegara, maka pada hakekatnya kita telah menjalankan perintah agama. Apa yang disebut dengan menjalankan ke-Islaman dan ke-Indonesiaan ada dalam satu tarikan nafas," urainya.
Helmy Faishal menerangkan setiap timbul mashab atau kebaikan-kebaikan, sesungguhnya disitu timbul syariah dan ukwah. Dari sebab itu, Pancasila dan NKRI adalah bentuk final dalam kehidupan kebangsaan. Kehadiran NU di tengah-tengah masyarakat sesungguhnya membangun kebersamaan yang baik sehingga kita dapat hidup berdampingan satu dengan yang lain.
"Bahwa pada akhirnya walau Islam di Indonesia dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia dari 274 juta penduduk di Indonesia, 88 persen adalah merupakan mayoritas umat Islam, walau negara mayoritas Muslim terbesar di dunia, kita dapat menampilkan wajah Islah yang ramah, bukan Islam yang marah," jelasnya. (cr8)
Baca Berita Kota Kupang Lainnya